PCC Mendapatkan HAKI, Bupati Ajak Optimalkan Pelayanan Pemkab

News Satu, Pamekasan, Kamis 11 Agustus 2022- Gagasan dan penerapan Pamekasan Call Care (PCC) besutan Bupati Pamekasan Baddrut Tamam resmi mendapat hak atas kekayaan intelektual (HaKI). Itu sebagai penguatan hak untuk memperoleh perlindungan secara hukum atas kekayaan intelektual sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

Tak ayal jika pemberian hak paten PCC tersebut diberikan oleh Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan (Kaban Litbang) Provinsi Jawa Timur, Anom Surahno. Lalu diserahkan secara khusus kepada Bupati Pamekasan Baddrut Tamam di Peringgitan Dalam Mandhapa Aghung Ronggosukowati, Rabu (10/8/2022) kemarin.

Bupati Baddrut Tamam menegaskan, pihaknya terus berikhtiar untuk menjadikan Pamekasan sebagai kabupaten yang inovatif. Semua sebagai wujud kewajiban besar pemerintah daerah serta kebutuhan di era revolusi industri 4.0 dengan semangat kolaborasi sebagai kebutuhan.

“Kita yang berkeinginan kuat untuk melakukan inovasi dengan menguatkan semangat kolaborasi itu agar Pamekasan ini mampu berdaya saing dengan kabupaten/kota lain di Indonesia,” terangnya pada media dan dilaman resminya.

Tak hanya itu, sebagai kepala daerah, Baddrut Tamam juga meminta rumah sakit umum daerah (RSUD) hingga pusat kesehatan masyarakat (puskesmas) terus juga berinovasi dan berkolaborasi. Semua sebagai upaya agar senantiasa bisa meningkatkan pelayanannya kepada masyarakat Bumi Gerbang Salam.

Menurutnya, pelayanan yang baik di rumah sakit dan puskesmas dapat memberikan energi positif kepada pasien demikian juga sebaliknya. Oleh karenanya, reformasi birokrasi menjadi salah satu program prioritas selama kepemimpinannya dari awal periode berjalan.

“Kalau orang sakit gigi, dilayani dengan salam, senyum dan pelayanan yang santun di rumah sakit atau puskesmas, kira-kira bisa langsung sembuh. Sebaliknya, kalau pelayanannya buruk, awalnya sakit satu menjadi dua,” tukasnya.

Bupati yang disapa Mas Tamam ini juga kupas, tugas utama pemerintahan adalah service atau pelayanan kepada masyarakat. Nah semua tidak hanya dilingkup fasilitas kesehatan (faskes), tetapi juga di instansi lain, seperti dinas kependudukan dan catatan sipil (disdukcapil), bahkan dinas pendidikan dan kebudayaan (disdikbud).

“Tugas kita itu service, yaitu memastikan semua pelayanannya baik. Puskesmas itu service, kantor kelurahan itu service, semua service, bahkan disdikbud itu service, service guru kepada murid. Guru yang bagus yang selalu mengupdate ilmunya,” tandasnya. (Yudi) 

Komentar