oleh

Sungai Watch Pamekasan Ajak DPRD dan Pemkab Pamekasan Jaga Lingkungan

News Satu, Pamekasan, Kamis 14 Oktober 2021- Ada yang menarik dalam pola audiensi yang dilakukan oleh Sungai Watch Pamekasan atau SWP saat berdialog dengan Komisi III DPRD Pamekasan Jawa timur beberapa hari yang lalu. Pasalnya di hadapan Ketua Komisi III, Ismail dan anggota diantaranya H. Maskur Rasyid dan Hadari, mereka detail memberikan paparan masalah lengkap dengan solusi menjaga lingkungan.

Dikesempatan itu, Ismail dan anggota lainnya, menerima keinginan audiensi Sungai Watch Pamekasan dengan terbuka. Bahkan dikesempatan itu, juga dihadirkan Perwakilan dari BP DAS Provinsi Jawa timur, Kepala Bappeda kabupaten Pamekasan, Kepala DPRKP dan Perwakilan PUPR Kabupaten Pamekasan.

Mereka datang dan meminta kejelasan terkait komitmen pemerintah dalam mengawal program prioritas di bidang lingkungan hidup. Terutama soal pengelolaan sungai yang bersih dan asri.

“Tak hanya itu mereka juga meminta keseriusan dalam pengelolaan persampahan rumah tangga,” ungkap Ismail pada media, Kamis (14/10/2021).

Menurutnya, semua upaya itu memang perlu pola kerja sinergi dan kolaborasi. Khususnya dengan semua pihak yang terlibat untuk menjadikan Kota yang bersih dan Asri serta damai.

“Sangat jarang selama ini jika ada audiensi para aktivis paparkan permasalahan sekaligus dengan solusinya juga. Nah SWP ini melakukan hal tersebut dan sangat membantu pemerintah nantinya untuk selesaikan masalah terkait,” ujarnya.

Memang, selama sekitar sejam audience berlangsung, para aktifis dan relawan SWP paparkan dengan rijit permasalahan sungai dan sampah kota yang ada. Setelah ditanggapi oleh pihak pemerintah dan leading sektor terkait, mereka adu gagasan dan ide solutif di hadapan semuanya.

“Salah satunya soal urukan yang sedang berjalan di desa Jalmak yang direncanakan untuk area RSUD Provinsi. Seharusnya dilakukan kajian lingkungan terlebih dahulu sebelum digarap. Karenanya kami harap setelah masa pengurukan, proses pembangunan dihentikan dulu, sampai hasil kajian terselesaikan,” kata salah satu relawan SWP, Tabri Syaifullah Munir kala itu.

Diimbuhkan, selama ini kawasan itu merupakan daerah serapan dan sering terjadi genangan dan luapan air sungai yang berada di sisi timurnya, khususnya di musim penghujan. Belum lagi sangat dekat dengan pemukiman warga yang berjarak cukup dekat dengan daerah urukan yang sekarang berjalan.

“Kami harap ini butuh tindak lanjut dari berbagai pihak agar masyarakat setempat juga tidak dikorbankan dari adanya pembangunan daerah tersebut. Di saat yang sama juga kami berikan bibit kelapa dan pohon pada DPRD sebagai ajakan untuk bersama menjaga lingkungan,” tuturnya.(Yudi)

Komentar