oleh

Tangkal Narkoba dan Radikalisme, Polisi Blusukan Ke Sekolah di Palengaan Pamekasan

News Satu, Pamekasan, Jum’at 4 Juni 2021- Kapolsek Palengaan Polres Pamekasan Jawa Timur, Iptu Sri Sugiarto tak hentinya menggaungkan edukasi anti narkoba dan radikalisme pada generasi muda. Kali ini, bertempat di halaman SMPN 2 Palengaan di Desa Palengaan Daya Kecamatan Palengaan Pamekasam telah memberikan imbauan serupa kepada ratusan siswa siswi.

Tak hanya mereka, pada kesempatan itu juga turut menyimak Jajaran dewan guru dan tamu undangan yang hadir pada Gelar Kreatifitas Seni yang biasa digelar pada Akhir Tahun Pelajaran Dan Tasyakuran Hotmil Qur’an.

Kapolsek Palengaan, Iptu Sri Sugiarto menghimbaua kepada siswa-siswi dan wali murid bersama tamu undangan mengenai bahaya Narkoba, minuman keras, dan radikalisme di kalangan remaja. Tak hanya itu, masalah pencegahan penularan virus corona (covid- 19), juga harus diperhatikan dan dipatuhi.

“Itu misalnya saling menjagajarak, sering cuci tangan, selalu memakai masker dan jangan/hindari berkerumun dan jika tidak terlalu penting jangan terlalu sering keluar rumah,” ungkapnya, Jumat (4/6/2021).

Tak ayal dalam kesempatan yang juga dihadiri Kepala sekolah dan seluruh dewan guru, dan Forpimka Palengaan serta Kepala Disdikbud menghadiri dengna menerapkan prokes yang berlaku. Bahkan, siswa-siswi yang berjumlah ratusan itu pun mematuhi aturan pandemi itu demi kesehatan bersama.

”Acara di Palengaan seperti ini sangat baik sekali untuk memberikan pemahaman sejak dini tentang bahaya Obat obatan terlarang yang bisa merusak generasi muda. Lalu, sosialisasi kamtibmas kemudian hal yang tidak diinginkan dan dapat mengganggu kehidupan hajat orang banyak juga bisa diminimalisir,” ungkapnya pada media.

Pihaknya selalu berharap semua pihak dewan guru terutama orang tua harus mengawasi anak didik Jangan sampai anak muda dan generasi penerus yanh masuk ke jalan yang salah.

“Saya yakin sekali jika dimulai dari sekarang anak didik SMP Negeri 2 Palengaan kita, diberi pemahaman sedikitnya akan ada rasa takut. Lalu tidak akan terjebak, insyaallah anak – anak yang jadi harapan masa depan akan terwujud,” pungkasnya. (Yudi)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.