Probolinggo, Kamis 18 Desember 2025 | News Satu- Lesunya minat masyarakat terhadap burung kicau tidak menyurutkan langkah para pedagang di Pasar Burung Mangunharjo, Kota Probolinggo, Jawa Timur. Meski tren burung kicau mengalami penurunan signifikan, para penjual memilih bertahan di tengah perubahan gaya hidup dan meningkatnya kesadaran perlindungan satwa.
Penurunan pembeli semakin terasa menjelang Natal dan Tahun Baru 2026 (Nataru). Salah satu pedagang burung kicau, Sabar, mengakui kondisi pasar tidak lagi seramai tahun-tahun sebelumnya.
“Kami tetap jual burung kicau meski pembeli berkurang jelang Natal dan Tahun Baru 2026,” ujar Sabar, Kamis (18/12/2025).
Menurutnya, pergeseran minat masyarakat, faktor ekonomi, serta kampanye perlindungan lingkungan menjadi penyebab utama menurunnya transaksi di pasar burung.
Namun demikian, harapan belum sepenuhnya padam. Event lomba burung kicau masih menjadi momentum yang mampu menghidupkan kembali denyut pasar.
“Kalau ada event perlombaan atau momen tertentu, pembeli biasanya mulai ramai lagi,” pungkasnya.
Untuk menjaga roda ekonomi tetap berputar, sebagian pedagang melakukan diversifikasi dagangan. Selain burung kicau, mereka juga menjual kelinci, kera, ayam hias, musang, merpati, serta berbagai hewan peliharaan lainnya dengan harga sesuai ketentuan pasar.
Langkah ini dinilai menjadi strategi bertahan di tengah pasar yang semakin kompetitif, sekaligus menyesuaikan dengan selera konsumen yang terus berubah.
Para pedagang berharap, dukungan event, pemulihan daya beli masyarakat, serta regulasi pasar yang berpihak pada ekonomi rakyat, dapat kembali menghidupkan Pasar Burung Mangunharjo sebagai salah satu pusat perdagangan hewan tradisional di Kota Probolinggo. (Bambang)






