Donor Darah Hingga Khitanan Massal, Cara Pemkot Probolinggo Rayakan Kemerdekaan Jadi Sorotan

Probolinggo, Selasa 18 Agustus 2026 | News Satu- Di tengah kritik terhadap peringatan kemerdekaan yang kerap identik dengan kegiatan seremonial, Pemerintah Kota Probolinggo memilih menghadirkan program yang berdampak langsung bagi masyarakat. Momentum Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dimanfaatkan untuk memperluas akses layanan kesehatan, memperkuat aksi sosial, sekaligus mendukung percepatan penanganan stunting.

Melalui kegiatan bakti sosial yang dipusatkan di RSUD Ar Rozy, Kecamatan Kedopok, Selasa (18/8/2026), Pemkot Probolinggo menggelar sejumlah program kesehatan dan kemanusiaan, mulai dari khitanan massal, donor darah, edukasi gizi, Gerakan Sigapro bersama ASN Peduli Stunting, hingga pemberian bantuan bagi ibu yang melahirkan di fasilitas kesehatan pemerintah tepat pada 17 Agustus 2026.

Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes PPKB) Kota Probolinggo, dr. Intan Sudarmadi, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk nyata kepedulian pemerintah dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat sekaligus memperkuat semangat gotong royong.

Menurutnya, pelayanan kesehatan harus menjadi bagian dari implementasi nilai kemerdekaan yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

“Rangkaian kegiatan bakti sosial ini merupakan bentuk kepedulian dan semangat gotong royong yang berorientasi pada peningkatan kesehatan, kepedulian sosial, serta pemberian manfaat langsung kepada masyarakat,” ujar dr. Intan.

Data pelaksanaan kegiatan menunjukkan tingginya partisipasi masyarakat. Sekitar 50 anak mengikuti khitanan massal, sementara 50 pendonor turut berpartisipasi dalam aksi kemanusiaan donor darah. Selain itu, 36 anak terlibat dalam Gerakan Sigapro sebagai bagian dari dukungan terhadap program percepatan penurunan stunting yang menjadi agenda prioritas nasional.

Dr. Intan menegaskan bahwa kegiatan tersebut tidak hanya berfokus pada pelayanan kesehatan, tetapi juga membangun kesadaran publik mengenai pentingnya donor darah, kesehatan ibu dan anak, serta pencegahan stunting sejak dini.

Sementara itu, Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Probolinggo, Mega Guntara, menegaskan komitmen PMI untuk terus bersinergi dengan pemerintah daerah dalam mendukung program kesehatan masyarakat.

Menurutnya, kolaborasi lintas sektor menjadi faktor penting dalam memperkuat pelayanan kesehatan dan aksi kemanusiaan di daerah.

“Kami tetap bersinergi dengan Pemerintah Kota Probolinggo untuk kepentingan kesehatan masyarakat Kota Probolinggo di bawah kepemimpinan Wali Kota dr. Aminuddin dan Wakil Wali Kota Ina Dwi Lestari Bukhori,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Probolinggo dr. Aminuddin menegaskan bahwa makna kemerdekaan tidak boleh berhenti pada seremoni tahunan. Menurutnya, kemerdekaan harus diwujudkan melalui peningkatan kualitas pelayanan publik, tata kelola pemerintahan yang baik, serta penguatan fasilitas kesehatan yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat.

Ia menilai kedaulatan bangsa harus tercermin dari kemampuan pemerintah menghadirkan layanan yang berkualitas dan mudah diakses seluruh warga.

“Kita masih harus terus menuju kedaulatan di berbagai bidang. Karena itu, implementasi pelayanan dan manajerial harus terus diperbaiki agar Kota Probolinggo mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” tegasnya.

Wali kota juga menekankan bahwa kegiatan sosial dan kesehatan memiliki dampak yang jauh lebih dirasakan masyarakat dibandingkan kegiatan seremonial semata. Oleh sebab itu, pemerintah daerah berupaya menjadikan momentum kemerdekaan sebagai sarana menghadirkan manfaat konkret bagi warga.

Dalam kegiatan tersebut, dr. Aminuddin turut meninjau langsung pelayanan donor darah, edukasi gizi melalui live cooking, serta pelaksanaan khitanan massal yang mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat.

Bakti sosial HUT ke-81 RI ini melibatkan berbagai instansi dan lembaga, di antaranya Dinkes PPKB Kota Probolinggo, RSUD Ar Rozy, RSUD dr. Mohammad Saleh, Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Kota Probolinggo, Baznas, serta PMI Kota Probolinggo.

Kegiatan tersebut menjadi gambaran bagaimana momentum kemerdekaan dapat diterjemahkan ke dalam aksi nyata yang menyentuh kebutuhan masyarakat, mulai dari layanan kesehatan, pencegahan stunting, hingga penguatan solidaritas sosial. (Bambang)