Pembeli Ketupat Mulai Berkurang Di Pasar Baru Kota Probolinggo

News Satu, Probolinggo, Rabu 17 April 2024- Ketupat merupakan salah satu makanan yang tak terpisahkan dari perayaan Hari Raya Idulfitri. Namun, bentuk-bentuk ketupat khas Indonesia, yang hampir punah, kini semakin jarang ditemui di wilayah Kota Probolinggo, Jawa Timur.

Menurut laporan dari reporter News Satu yang berada di lapangan, tradisi pembuatan dan penggunaan ketupat mulai mengalami penurunan di Kota Probolinggo. Berbagai macam bentuk ketupat, seperti Ketupat Tumpeng dan Ketupat Jago, yang merupakan tradisi lebaran Ketupat khas orang Jawa, semakin jarang dijumpai.

Terbukti, pada hari ketujuh Lebaran Idul Fitri tahun 2024 ini, terlihat bahwa pedagang Ketupat musiman mulai berkurang. Hal ini disebabkan oleh penurunan minat masyarakat dalam melaksanakan tradisi makan Ketupat di hari ketujuh Lebaran Idul Fitri.

Salah satu warga Kota Probolinggo, Djumaati, menyebutkan bahwa kurangnya pembuatan ketupat disebabkan oleh harga beras yang mahal.

“Harga beras mahal dan tradisi membuat Ketupat sudah berkurang di lingkungan sini,” katanya, Rabu (17/4/2024).

Sementara itu, Buasi, seorang pedagang Ketupat di Pasar Baru Kota Probolinggo, mengungkapkan bahwa pembeli Ketupat mulai berkurang pada Lebaran tahun ini.

“Pembeli Ketupat mulai berkurang, padahal tahun sebelumnya sangat ramai hingga kami kewalahan melayani pesanan,” ujarnya.

Buasi juga menjelaskan bahwa harga Ketupat kosong saat ini dijual seharga 10 ribu hingga 7500 rupiah per ikat.

“Harga 1 ikat Ketupat kosong berkisar antara 10 ribu hingga 7500 rupiah, sedangkan Janur kuning dijual seharga 7000 rupiah per ikat, namun hingga hari ketujuh Lebaran belum ada yang membeli,” pungkasnya. (Bambang)

Komentar