Relawan Jokowi TKN Menolak Green Peace Singgah Probolinggo

News Satu, Probolinggo, Selasa 8 November 2022- Kegiatan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 di Bali agenda pertemuan ketujuh belas kelompok Dua puluh (G20). Rencananya dijadwalkan di Bali pada tanggal 15 sampai 16 November 2022.

Untuk agendanya sendiri salah satunya meliputi pertemuan tingkat Menteri dan Gubernur Bank Sentral G20. Agar acaranya berlangsung sukses, berbagai pihak khusus pengamanan di lakukan penjagaan ketat. Pastinya rakyat Indonesia mendukung event berskala internasional termasuk relawan jokowi DPC Tapal Kuda Nusantara (TKN) Probolinggo Raya dan LSM LIRA Kota Probolinggo.

Perlu diketahui, LSM Lira dan TKN Probolinggo raya saat menerima kabar perkumpulan Green Peace singgah istirahat dan makan di RM Sumber hidup serta menginap di Home Stay Suroso wilayah Kota Probolinggo, pihak TKN Probolinggo raya dan LSM LIRA langsung menemui perwakilan Green Peace meminta untuk meninggalkan Probolinggo agar keluar dan jangan singgah di Probolinggo. Senin (7/11/2022) kemarin.

Dari pantauan di lokasi, sempat terjadi adu mulut antara TKN Probolinggo raya dan Green Peace namun akhirnya ketegangan itu terselesaikan hingga jadi kesepakatan dengan menggunakan pernyataan dari kedua belah pihak.

Ketua DPC TKN Probolinggo Raya, Kamari mengatakan, TKN Proya bersama LIRA Kota Probolinggo hanya menghimbau dan memberi masukan agar kawan-kawan Green Peace menunda keberangkatannya ke Bali.

“Kami berharap situasi bali kondusif dan nyaman bagi para tamu negara, apalagi saat ini Presiden Jokowi sedang berupaya mencari solusi terbaik bagi semua negara untuk terhindar dari Krisis akibat perang Rusia dan Ukraina,” ujarnya.

Kamari menambahkan bahwa pihaknya membantu pemerintah dalam menjalankan misi perdamaian dunia dengan agenda KTT G20 itu.

“Makanya kami kemari datang agar tidak ada pikiran negatif. Selain itu, tidak melakukan intimidasi. Kami ke sini hanya sekedar inginkan memberi, menghimbau saja kepada teman-teman Green Peace,” imbuhnya.

Sementara secara terpisah perwakian Green Peace, Zamzam menjelaskan kehadirannya ingin beristirahat di Kota Probolinggo. Apalagi, setiap kota yang disinggahi hanya ingin istirahat.

“Tadi ngobrol dan teman-teman juga baik-baik saja menerimanya. Justru kabar-kabar burung yang menyesatkan soal Green Peace. Akhirnya setelah duduk bersama, ya sama-sama tahu tujuannya,” paparnya.

“Dari awal tujuannya dari Jakarta menuju Bali mengendarai sepeda. Itu lumrah yang seperti teman-teman sepedaan lainnya bersepeda lintas Jawa -Bali. Ya, tujuan itu saja nggak ada tujuan yang lain,,kegiatan kita soal lingkungan,” singkatnya.

Selanjutnya, Green Peace meninggalkan penginapan sekitar pukul 17.30 Wib hingga keluar dari wilayah Probolinggo. (Bambang)