Probolinggo, Minggu 7 Juni 2026 | News Satu- Pemerintah Kota Probolinggo menggelar aksi lingkungan terbesar tahun ini dengan mengerahkan ratusan warga di 200 RW untuk melakukan bersih-bersih serentak dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026.
Gerakan kolosal yang dipusatkan di Pasar Baru Kota Probolinggo tersebut dipimpin langsung Wali Kota Probolinggo, dr. Aminuddin, bersama jajaran Forkopimda, perangkat daerah, relawan lingkungan, hingga masyarakat dari berbagai wilayah.
Kegiatan yang mengusung tema lokal “Probolinggo Inovatif Berketahanan Iklim (Proklim)” itu menjadi bagian dari Gerakan Nasional Indonesia Aman, Sehat, Resik dan Indah (ASRI), sekaligus menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam membangun budaya peduli lingkungan secara berkelanjutan.
Dalam kesempatan tersebut, Aminuddin menegaskan bahwa kebersihan lingkungan, khususnya kawasan pasar, memiliki dampak langsung terhadap aktivitas ekonomi masyarakat.
“Pasar adalah wajah kota sekaligus pusat aktivitas ekonomi warga. Karena itu kebersihan pasar harus menjadi tanggung jawab bersama agar masyarakat merasa nyaman dan roda perekonomian dapat berjalan lebih baik,” tegasnya, Minggu (7/6/2026).
Usai memimpin apel peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Aminuddin bersama Forkopimda turun langsung memungut sampah di area Pasar Baru sebagai bentuk teladan kepada masyarakat.
Tak hanya berfokus pada kebersihan, Pemkot Probolinggo juga memperkuat langkah mitigasi perubahan iklim melalui program penghijauan. Sebanyak 1.000 bibit pohon beringin dan kayu putih disiapkan untuk ditanam di sejumlah titik guna memperluas ruang terbuka hijau dan meningkatkan kualitas lingkungan perkotaan.
Aminuddin turut memberikan apresiasi kepada para relawan lingkungan yang selama ini menjadi garda terdepan menjaga kebersihan kota.
Menurutnya, para relawan telah menunjukkan dedikasi luar biasa dengan tetap melakukan aksi pembersihan sungai, saluran air, dan berbagai titik rawan sampah meski dalam kondisi cuaca kurang bersahabat.
“Kesadaran menjaga lingkungan tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah. Dibutuhkan gotong royong seluruh elemen masyarakat agar budaya bersih benar-benar menjadi kebiasaan bersama,” katanya.
Usai kegiatan apel, Wali Kota juga memantau pelaksanaan korve serentak di 200 RW melalui konferensi daring. Dalam dialog tersebut, ia menyampaikan apresiasi kepada para ketua RT, RW, lurah, camat, serta warga yang terlibat aktif dalam gerakan kebersihan massal.
Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Probolinggo, Retno Wandansari, menjelaskan bahwa rangkaian Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 tidak berhenti pada aksi bersih-bersih.
“Kami telah menyiapkan sejumlah agenda lanjutan, mulai dari sosialisasi pengurangan penggunaan kantong plastik pada 10 Juni, penanaman pohon pada 11 Juni, edukasi lingkungan di Taman Wisata Studi Lingkungan (TWSL) pada 17 hingga 19 Juni, hingga penutupan Festival Hari Lingkungan Hidup 2026 pada 20 Juni mendatang,” tandasnya.
Menurut Retno, seluruh rangkaian kegiatan tersebut diarahkan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, memperkuat ketahanan iklim, serta membangun kota yang lebih hijau dan berkelanjutan.
“Dengan melibatkan ratusan peserta dan menyasar lima pasar utama serta 200 RW, aksi bersih-bersih serentak ini menjadi salah satu gerakan lingkungan terbesar yang pernah digelar di Kota Probolinggo sepanjang tahun 2026,” pungkasnya. (Bambang)






