Wartawan Kota Probolinggo Geram Profesinya Di Lecehkan Oknum PNM

News Satu, Probolinggo, Selasa 9 November 2021- Puluhan wartawan yang biasa cangkruan di warung stadion Bayuangga kota Probolinggo, Jawa Timur menerima informasi dari salah satu pendamping Hukum Nasabah Kantor PNM (Permodalan Nasional Madani) milik BUMN (Badan Usaha Milik Negara) berlokasi di Jl. Ahmad Yani Kelurahan Sukabumi, Kecamatan Mayangan, bahwa ada oknum staf PNM mengatakan bahwa PNM tidak takut dengan wartawan.

“Saya tidak takut sama wartawan, coba panggil semua wartawan kesini dikasih duit sudah diam. Saya juga ada saksinya saat manager PNM ngomong seperti itu,” ujarnya Ahmad, pendamping Nasabah saat mengurusi kliennya bermasalah dengan Kantor PNM.

Mendengar informasi tersebut, puluhan wartawan langsung geram dan emosi lantaran statement yang disampaikan oknum staf PNM tersebut. Sehingga para wartawan mendatangi langsung kantor PNM sekitar pukul 15.00 Wib pada Senin (8/11/2021) kemarin.

M Huda, salah satu wartawan dengan kondisi emosi ketika sudah tiba dikantor PNM melontarkan kata-kata dengan ekpresi marah, hal itu disampaikan langsung kepada pihak yang oknum.

“Bapak jangan asal ngomong kalau wartawan dikasih uang sudah diam. Perkataan bapak bisa dianggap pelecehan terhadap profesi wartawan, bapak harus minta maaf sebelum dibawa keranah hukum. Teman wartawan, yang ada disini dibekali id card dan surat tugas oleh redaksi masing-masing dan dilindungi undang-undang,” tegasnya, Selasa (9/11/2021).

“Memang ada wartawan seperti itu, namun jangan sebut wartawan seharusnya sebut oknum wartawan. Kalau kami bukan wartawan seperti itu tolong bapak minta maaf sebelum bapak dipecat dari kantor ini,” sambungnya.

“Kami bekerja di perusahaan media yang syah tidak abal-abal. Tolong catat jangan asal ngomong sekali lagi tolong cabut perkataan bapak,” tutupnya.

Selanjutnya, suasana menjadi reda dan manager PNM bernama Dwi mengakui kesalahannya dan meminta maaf terhadap para wartawan.

“Saya minta maaf dan saya tidak merasa mengucapkan seperti itu,” singkatnya.(Bambang)

Komentar