oleh

KBM Tatap Muka di Sampang, Satgas Kecamatan Wajib Siaga

News Satu, Sampang, Kamis 3 September 2020- Dunia pendidikan di kota bahari sudah mulai berangsur normal. Terutama dalam penerapan pembelajaran tatap muka di sekolah masing-masing. Hal Ini, setelah Pemkab Sampang, Madura, Jawa Timur, menerima surat keputusan resmi dari Gubernur Jawa Timur tentang uji coba pembelajaran tatap muka terbatas.

Mengingat kota Bahari ini, sudah berada di zona kuning dan telah melakukan uji coba di 3 kecamatan sebelumnya, Dinas Pendidikan Kabupaten Sampang, berencana menerapkan kegiatan belajar mengajar dengan tatap muka di semua Kecamatan.

Jadi akan ada banyak hal yang harus dipersiapkan oleh pemkab dalam mendukung Disdik menuju proses adaptasi kebiasaan baru bidang pendidikan ini. Melalui, Surat bernomor 420/11350/101.1/2020 itu sebagai tindak lanjut dari hasil uji coba di 3 kecamatan sebelumnya yang telah menggelar uji coba KBM secara tatap muka. Baik di Kecamatan Torjun, Kecamatan Tambelangan dan di Kecamatan Ketapang.

Sementara itu, Melalui surat tersebut diharapkan Kabupaten Sampang bisa melakukan hal yang sama di keseluruhan wilayahnya yang memiliki 14 kecamatan. Itu, menyebar dari pesisir Utara hingga ke belahan Selatan pulau Madura.

Rencana uji coba lanjutan ini rencananya akan dimulai Minggu depan, yakni pada 7 September 2020 mendatang. Untuk tahap awal menurut hasil evaluasi teknis Disdik akan dilaksanakan serentak di 11 kecamatan.

Itupun nantinya akan digelar secara bertahap dan kapasitas kelas hanya 50 persen serta dengan syarat tertentu pula. Artinya, penerapan protokol kesehatan prokes Covid 19 memang benar-benar harus ditunaikan oleh lembaga pendidikan. Tidak ada kata tidak, terkait disiplin Promes tersebut.

Inilah yang selalu ditekankan oleh Nur Alam, Plt. Kepala Dinas pendidikan Kabupaten Sampang selama ini. Sebab, pandemi ini tidak akan selesai, bahkan bisa menjadi cluster baru, jika siswa atau dewan guru tidak mengindahkannya.

” Nantinya, disetiap sekolah wajib didampingi satgas tersendiri. Jadi, akan termonitor disiplin prokesnya. Ini, yang membutuhkan sinergi dengan pihak satgas kecamatan nantinya,” ujarnya.

Estimasinya, dari setiap kecamatan yang akan dibuka KBM Tatap Muka tahap kedua ini, minimal ada 2 Sekolah Menengah Pertama, dan beberapa Sekolah Dasar / SD. Jadi, tergantung jumlah satgaa yang disiapkan nantinya untuk jumlah SD yang bisa tatap muka.

“Karena idealnya, 1 Tim satgas untuk 1 sekolah sehingga pengawasan prokes akan lebih efektif dan efisien di tiap kecamatan,” tegasnya. (Yud)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.