oleh

Pasca Temuan Neraca Defisit, DPRD Seriusi BUMD Sampang

News Satu, Sampang, Rabu 2 September 2020- Setelah problema finansial dan pelayanan yang banyak warga terkait kinerja PDAM. Kini di bidang perbankan dan perkreditan juga mulai terkuak. Itu, setelah dilakukan penelusuran oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur.

Sebut saja, Bank Perkreditan Rakyat Syariah /BPRS yang notabene merupakan Badan Usaha Milik Pemerintah Daerah / BUMD Kabupaten Sampang. Selama ini produktifitas dan kinerjanya dinilai masih jauh dari target. Padahal didalamnya ada penyertaan modal yang diberikan APBD. Dan seharusnya juga wajib berkontribusi untuk Pendapatan Asli Daerah /PAD Kabupaten.

Ini, dibeberkan oleh Wakil Ketua Badan Anggaran /  Banggar DPRD Sampang, Amin Arief Tirtana. Pihaknya menilai, BPRS Bakti Artha Sejahtera / BAS Sampang, sampai saat ini masih memiliki problem terkait kredit macet. Nilainya tak sedikit, yakni mencapai 21 Milyar Rupiah total keseluruhan.

“Kredit macet ini, berada pada kelompok usaha yang tidak produktif. Ironisnya, itu sejak awal pendiriannya sudah macet,” terangnya, Rabu (2/9/2020).

Setelah diakumulatifkan hingga tahun 2020 ini, kredit macet di debitur ternyata mencengangkan, karena di neraca pembukuan sudah mencapai kisaran  21 milyar. Fenomena ini, akan menjadi bahan evaluasi tersendiri di DPRD sebab, sudah seharusnya BUMD bertanggung jawab kepada legislatif dan eksekutif dalam pengelolaan dan hal mendasar lainnya.

Sekarang tugas berat seluruh jajaran direksi dan staf BPRS BAS untuk menyelesaikan piutang usaha ini. Apalagi, dengan problema pandemi yang juga mengancam eksistensi UKM dan banyak kelompok usaha dalam menjaga stabilitas produksi.

Ditambahkan Amin, temuan Finansia di BPRS BAS ini, setelah tim Banggar menggelar rapat koordinasi dan kemitraan dengan bank BUMD. Di dalamnya diberi sesi mengenai pembahasan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah /R-APBD tahun anggaran 2021 mendatang.

“Kami sepakat tindaklanjuti dengan mitra komisi. Sehingga nantinya diketahui format penekanan upaya penyelesaian kredit macet di BPRS BAS Sampang seperti apa. Itu, agar terealisasi tepat sasaran dan optimal,” tegasnya. (Yud)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.