HEADLINEHUKRIMLAKA LANTASNEWSNEWS SATUREGIONALSITUBONDO

Kecelakaan Maut, Truk Menabrak Warung Di Jalur Pantura Situbondo

3185
×

Kecelakaan Maut, Truk Menabrak Warung Di Jalur Pantura Situbondo

Sebarkan artikel ini
Kecelakaan Maut, Truk Menabrak Warung Di Jalur Pantura Situbondo
Kecelakaan Maut, Truk Menabrak Warung Di Jalur Pantura Situbondo

News Satu, Situbondo, Kamis 23 Mei 2024- Sebuah kecelakaan maut terjadi di jalur pantura Situbondo, Jawa Timur, tepatnya di Dusun Pacaron, Desa Klatakan, Kecamatan Kendit. Truk pengangkut atau tractor head yang dikemudikan oleh Maiwan Sanjaya (41) dari Surabaya, menabrak sebuah warung makan milik Untung (45).

Kecelakaan tersebut menyebabkan Jannati (65) meninggal dunia dan Asmani (40), istri Untung, dalam kondisi kritis. Truk berwarna hijau dengan nomor polisi L 8295 UK itu melaju dari arah barat (Surabaya) menuju timur (Banyuwangi) dengan kecepatan sedang.

Saat melintas di lokasi kejadian, truk tidak mampu mengendalikan kemudinya sehingga menyerempet truk box bernomor polisi B 9101 PEV yang sedang parkir. Setelah menyerempet truk box, truk tersebut langsung menabrak warung makan milik Pak Untung.

Bambang, sopir truk box asal Kabupaten Ngawi, yang truknya diserempet, menyaksikan kejadian tersebut.

“Saat itu saya baru memarkir truk di pinggir jalan dan sedang menelpon istri. Tiba-tiba truk tersebut menyerempet bodi depan truk saya. Diduga kuat, sopirnya bukan hanya mengantuk, melainkan tertidur,” ujar Bambang, Kamis (23/5/2024).

Akibat kecelakaan ini, Jannati (65) dilarikan ke RSUD Abdoer Rahem namun nyawanya tidak tertolong. Sementara itu, Asmani (40) dalam kondisi kritis dan dirujuk ke RS Soebandi Jember untuk perawatan lebih lanjut.

Kanit Gakkum Polres Situbondo, Polda Jatim, Ipda Rachman membenarkan adanya kecelakaan tersebut. Dugaan sementara menyebutkan bahwa penyebab kecelakaan adalah sopir yang mengantuk.

“Dugaan sementara, sopir head tractor dalam kondisi mengantuk, sehingga saat melintas langsung menabrak warung makan,” kata Ipda Rachman.

Menanggapi kejadian ini, Ipda Rachman menghimbau para sopir yang melintas di jalur pantura Situbondo untuk berhenti dan beristirahat jika merasa mengantuk.
“Jalur pantura ini merupakan jalur pantura terpanjang di Jawa Timur. Kami menghimbau kepada para sopir, untuk istirahat jika dalam kondisi mengantuk,” tegas Ipda Rachman.

Kecelakaan di jalur pantura Situbondo ini menyoroti pentingnya kesadaran para sopir akan bahaya mengemudi dalam kondisi mengantuk. Diharapkan, dengan himbauan dan kesadaran yang lebih tinggi, insiden serupa dapat dihindari di masa mendatang. (Imam)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.