Farid GAKI Bongkar Siapa Dalang Relokasi PKL Taman Bunga Tahun 2016

News Satu, Sumenep, Kamis 11 April 2024- Masih ingatkah dengan para Pedagang Kaki Lima (PKL) Taman Bunga yang direlokasi ke pasar Bangkal, Kecamatan Kota Sumenep, Madura, Jawa Timur, pada tahun 2016.

Ahmad Farid Azziyadi, Ketua Gugus Anti Korupsi Indonesia (GAKI) mengatakan, sejak ada isu relokasi Pedagang Kaki Lima (PKL) Taman Bunga, dirinya langsung turun kelapangan untuk melakukan investigasi. Namun, hingga saat ini para eks PKL Taman Bunga tidak tahu siapa sebenarnya dalang dari relokasi tersebut, apakah Bupati Sumenep, KH. Abuya Busyro Karim, atau Wakil Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo.

“Saya langsung melakukan investigasi, dan ternyata para PKL Taman Bunga menolak untuk di relokasi. Dan pasti orang-orang bertanya, kenapa tiba-tiba para Eks PKL Taman Bunga direlokasi ke pasar Bangkal, padahal sebelumnya mereka nyaman dan tidak dihantui rasa takut adanya relokasi,” katanya, Kamis (11/4/2024).

Pada waktu itu, Pemkab Sumenep, beralasan melakukan relokasi terhadap para eks PKL Taman Bunga, karena dinilai melanggar Peraturan Daerah (Perda) Nomor 3 Tahun 2014 tentang Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Wilayah Perkotaan.

Namun demikian, menurut Farid, alasan tersebut kurang tepat. Sebab, sebelumnya tidak ada tanda-tanda eks PKL Taman Bunga akan di relokasi ke pasar Bangkal, yang dinilai kurang representative. Namun, setelah Achmad Fauzi Wongsojudo menjadi Wakil Bupati Sumenep, tiba-tiba ada relokasi terhadap para Eks PKL Taman Bunga.

“Makanya, pada saat aksi bersama eks PKL Taman Bunga, saya langsung membuat spanduk besar bahwa Wakil Bupati Sumenep Jangan Menggunakan Tangan Besinya untuk menggusur eks PKL Taman Bunga,” tandasnya.

Achmad Fauzi Wongsojudo yang kini menjadi Bupati Sumenep, nampaknya tidak melihat nasib para eks PKL Taman Bunga, setelah dilakukan relokasi ke pasar bangkal. Berdasarkan hasil investigasi saya ke para PKL di pasar Bangkal, ternyata penghasilan mereka banyak yang turun drastis.

Sebab, Pemkab Sumenep hanya bisa merelokasi dan memberikan tempat kepada mereka. Namun, setelah pindah ke pasar Bangkal, penghasilannya menurun drastis, bahkan ada yang tutup akibat sepinya pembeli.

“Ini secara tidak langsung, Bupati Fauzi sangat kejam kepada rakyat Sumenep. Bahkan, juga Bupati Sumenep telah membuat para eks PKL Taman Bunga menjadi pengangguran dan juga jatuh miskin, karena tidak ada penghasilan,” tukasnya.

Jadi wajar Kabupaten Sumenep, angka pengangguran dan kemiskinannya masih tinggi. Hal itu terjadi, karena pemimpinnya secara tidak langsung menciptakan pengangguran dan membuat miskin rakyatnya.

“Kalau di publik, seakan-akan Bupati Fauzi pro rakyat atau peduli wong cilik. Bahakn, di beberapa media dengan bangganya akan meningkatkan UMKM, Tapi faktanya, Bupati Fauzi yang menyebabkan rakyat sengsara dan itu semua omong kosong, jika memang mau meningkatkan UMKM,” ujarnya.

Komentar