Skrol untuk membaca pos
Example 325x300

Hari Mangrove Sedunia, SKK Migas-KEI dan Mahasiswa KKN Tanam 2.500 Mangrove Di Sumenep

News Satu
Hari Mangrove Sedunia, SKK Migas-KEI dan Mahasiswa KKN Tanam 2.500 Mangrove Di Sumenep
Hari Mangrove Sedunia, SKK Migas-KEI dan Mahasiswa KKN Tanam 2.500 Mangrove Di Sumenep
A-AA+A++

Sumenep, Senin 27 Juli 2026 | News Satu- Peringatan Hari Mangrove Sedunia di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, menjadi momentum penguatan kolaborasi pelestarian lingkungan pesisir. Sebanyak 2.500 pohon mangrove telah ditanam di Pulau Pagerungan Besar melalui sinergi SKK Migas–Kangean Energy Indonesia (KEI), mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Ibrahimy Sukorejo Situbondo, Karang Taruna Laskar Obor, serta pelajar dan masyarakat setempat.

Program rehabilitasi kawasan pesisir tersebut merupakan bagian dari target penanaman 5.000 pohon mangrove di wilayah operasi produksi Kangean Energy Indonesia sebagai upaya menjaga ekosistem pesisir, mengurangi risiko abrasi, sekaligus mendukung mitigasi perubahan iklim.

Berdasarkan data pelaksanaan kegiatan, penanaman tahap pertama dilakukan pada 8 Juli 2026 dengan melibatkan SKK Migas, Kangean Energy Indonesia, Karang Taruna Laskar Obor, dan pelajar sebanyak 1.500 pohon. Kegiatan kemudian dilanjutkan pada 25 Juli 2026 bersama mahasiswa KKN Universitas Ibrahimy dengan penanaman 1.000 pohon, sehingga total mencapai 2.500 pohon.

Ketua Karang Taruna Laskar Obor, Imran, mengatakan kegiatan tersebut bukan sekadar agenda seremonial memperingati Hari Mangrove Sedunia, melainkan bagian dari komitmen jangka panjang menjaga keberlanjutan lingkungan pesisir.

“Penanaman mangrove ini bukan hanya seremonial, tetapi menjadi langkah berkelanjutan untuk menjaga ekosistem pesisir. Kami berharap kegiatan ini memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat Pagerungan Besar,” ujar Imran, Senin (27/7/2026).

Menurutnya, keterlibatan berbagai unsur masyarakat menjadi modal penting dalam memperkuat kesadaran kolektif terhadap pentingnya konservasi wilayah pesisir yang selama ini rentan terhadap abrasi dan dampak perubahan iklim.

Sementara itu, perwakilan mahasiswa KKN Universitas Ibrahimy Sukorejo, Lilik Rahmawati, menilai keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan tersebut merupakan bentuk pengabdian nyata kepada masyarakat sekaligus pengalaman lapangan yang memperkuat kepedulian terhadap isu lingkungan.

Ia menyebut antusiasme masyarakat selama proses penanaman menunjukkan meningkatnya kesadaran kolektif untuk menjaga kelestarian kawasan pesisir.

“Sebagai mahasiswi, saya merasa bangga dapat terlibat langsung dalam kegiatan ini. Penanaman mangrove bukan sekadar menanam pohon, tetapi juga menanam harapan bagi masa depan lingkungan yang lebih baik,” kata Lilik.

Menurut Lilik, kolaborasi antara mahasiswa, pemuda, pelajar, masyarakat, SKK Migas, dan Kangean Energy Indonesia menjadi contoh bahwa pelestarian lingkungan akan lebih efektif apabila dilakukan secara bersama-sama dan berkelanjutan.

“Saya berharap seluruh mangrove yang telah ditanam dapat tumbuh optimal serta terus dirawat masyarakat sehingga mampu memberikan manfaat ekologis dalam jangka panjang, mulai dari melindungi garis pantai dari abrasi, menjadi habitat berbagai biota laut, hingga menopang keberlanjutan ekonomi masyarakat pesisir,” ucapnya.

Selain itu, Lilik menegaskan bahwa rehabilitasi mangrove memiliki peran strategis dalam mendukung mitigasi perubahan iklim.

“Ekosistem mangrove dinilai memiliki kemampuan tinggi dalam menyerap dan menyimpan karbon atau blue carbon, sehingga berkontribusi terhadap upaya pengurangan emisi karbon sekaligus menjaga keseimbangan ekosistem pesisir,” imbuhnya.

Melalui kolaborasi lintas sektor tersebut, kegiatan penanaman mangrove di Pulau Pagerungan Besar diharapkan menjadi model pengelolaan lingkungan berbasis partisipasi masyarakat yang dapat terus dikembangkan secara berkelanjutan di wilayah kepulauan Kabupaten Sumenep. (Robet/*)