HEADLINELIFE STYLENEWSPENDIDIKANREGIONALSUMENEP

HJS 754, Siswa SMP Negeri 2 Pasongsongan Gelar Lomba Permainan Tradisional

1494
×

HJS 754, Siswa SMP Negeri 2 Pasongsongan Gelar Lomba Permainan Tradisional

Sebarkan artikel ini
HJS 754, Siswa SMP Negeri 2 Pasongsongan Gelar Lomba Permainan Tradisional
HJS 754, Siswa SMP Negeri 2 Pasongsongan Gelar Lomba Permainan Tradisional

News Satu, Sumenep, Selasa 31 Oktober 2023- Dalam rangka memperingati Hari Jadi Sumenep (HJS) ke 754, siswa SMP Negeri 2 Pasongsongan, Sumenep, Madura, Jawa Timur, menggelar berbagai lomba permainan tradisional. Hal ini, sebagai bentuk agar para siswa tetap melestarikan permainan tradisional.

Kepala SMP Negeri 2 Pasongsongan, Suliati mengatakan, pihaknya menggelar lomba ini untuk mengenalkan pada para siswa, tentang unik dan menariknya permainan tradisional.

“Sebagian besar anak-anak ini tidak tahu tentang permainan tradisional. Mereka belum pernah bermain permainan-permainan ini. Karena itulah kami mengenalkannya pada anak-anak. Kami ingin menghidupkan kembali permainan-permainan tradisional ini,” katanya, Selasa (31/10/2023).

Beberapa permainan tradisional tersebut ada yang dimainkan perorangan dan ada juga yang dimainkan berkelompok. Untuk lomba perorangan diantaranya ‘addu pesapean’ atau adu cepat sapi-sapian, kemudian leker atau kelereng, tetteng gunong atau dalam bahasa Jawa disebut engkle, dako atau dakon, beklen atau bola bekel.

Sedangkan yang harus dimainkan berkelompok adalah salador atau gobag sodor, pelteng atau pathil lele, bintel atau lompat tali karet, dan kasti.

“Setelah anak-anak tahu, ternyata kata mereka permainan tradisional itu tidak kalah menariknya dengan ‘gadget’. Bahkan menurut saya, ini lebih menyehatkan, karena sekaligus ada unsur olah raganya. Badan kita itu bergerak semua saat memainkan permainan tradisional ini,” ungkap Suliati.

Sementara salah satu siswa SMP Negeri 2 Pasongsongan, Ziyadatu Najahatin mengaku sangat senang dengan permainan-permainan tradisional itu, karena sangat menghibur dan memupuk kebersamaan.

“Saya senang bisa mengenal dan memainkan permainan tradisional ini. Ternyata menyenangkan dan bisa melatih kekompakan antar teman. Selain itu, dengan bermain permainan tradisional ini, berarti kami juga ikut melestarikan budaya asli Sumenep,” pungkasnya. (Robet)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.