oleh

Inilah Kota Tua Sumenep

News Satu, Sumenep, Selasa 25 September 2018– Pemerintah Daerah Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur (Jatim) terus mengembangkan sejumlah obyek wisata untuk menarik para wisatawan berkunjung ke wilayah ujung timur pulau garam Madura ini. Bahkan, tidak hanya memperbaiki fasilitas destinasi wisata, melainkan juga menghidupkan kembali Kecamatan Kalianget yang merupakan Kota Tuanya Sumenep.

Kota Tua Kalianget merupakan salah satu kota modern pertama di Pulau Madura, kota ini dibangun pada masa VOC dan diteruskan oleh pemerintahan hindia belanda. Kalianget dikembangkan menjadi kota dikarenakan letaknya yang sangat strategis dan merupakan bandar pelabuhan tersibuk di Selat Madura. Pelabuhan tertua di Sumenep adalah Perlabuhan Kertasada Letaknya sekitar 10 km dari pusat Kota Sumenep. Ketika Sumenep jatuh ke tangan VOC pada tahun 1705, VOC mulai membangun benteng yang terletak di Kalianget Barat.

Namun, dikarenakan posisinya yang kurang strategis dan berbatasan langsung dengan laut Selat Madura. Benteng tersebut urung dibangun, maka oleh masyarakat sekitar daerah dikenal dengan sebutan nama “Loji Kantang”. Selain itu reruntuhan sejarah yang terdapat di Kota Tua Kkalianget khas Belanda masih berdiri kokoh berdiri menjadi daya tarik bagi wisatawan. Beberapa gedung-gedung tua peninggalan yang masih terdapat di kota tua kalianget antara lain, Jam Dinding Tua di Pos Jaga (lonceng), Gedung Pembangkit Listrik (sentral), Lokomotif atau Lori, Pelabuhan Kota Tua Kalianget, Cerobong Asap Pabrik.

Bupati Sumenep, Dr. KH. A. Busyro Karim, M.Si mengatakan, pihaknya telah melakukan penandatanganan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) dengan PT Garam Persero dalam rangka meningkatkan pembangunan dan mendukung Program Tahun Kunjungan Wisata atau Visit Sumenep dengan menjadikan sebagian peninggalan bangunan milik kantor PT Garam di Kecamatan Kalianget sebagai Kota Tua atau Kota Kuno.

“Untuk menjadikan Kecamatan Kalianget Kota Tua sebagai tempat wisata sangat mendukung, sebab sarana dan prasarana sudah ada, hanya perlu dilakukan pembenahan dan inovasi saja,” kata Bupati Sumenep dua periode ini, Selasa (25/9/2018).

Lanjut, Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Sumenep ini, pihaknya ingin menciptakan Kecamatan Kalianget sebagai Kota Tua dan objek wisata baru di Sumenep.

“Selain itu dalam nota kesepahaman tersebut juga ada tanah milik PT. Garam di areal Sport Center di Desa Patean untuk jalan yang perlu persetujuan digunakan gelanggang olah raga. Termasuk juga pembangunan jalan Pelayaran Rakyat (Pelra) yang menggunakan milik PT. Garam Persero serta tempat pembuangan air yang dimanfaatkan untuk menampung air hujan,” ungkapnya.

Sementara itu Direktur Utama PT. Garam, Budi Sasongko mengungkapkan, pihaknya berencana untuk berkoordinasi dengan pihak terkait di jajaran Pemerintah Kabupaten Sumenep untuk melaksanakan program Kecamatan Kalianget sebagai Kota Tua.

“Kami sudah berkomunikasi dengan jajarannya di BUMN yang saat ini sedang mendata aset milik PT. Garam termasuk yang ada di Kecamatan Kalianget, selanjutnya kami melakukan perbaikan bangunan-bangunan milik PT. Garam sesuai dengan aslinya seperti tempo dulu.” tandasnya.

Ia menambahkan, pihaknya siap untuk mendukung pembangunan di Kabupaten Sumenep sesuai keinginan Pemerintah Daerah, sebab keberadaan kantor lembaganya di Kecamatan Kalianget guna membantu pembangunan masyarakat Sumenep.

“Yang jelas, kami memiliki kewajiban untuk membantu Pemerintah Daerah dalam rangka meningkatkan pembangunan demi kesejahteraan masyarakat Sumenep. Sehingga kami melakukan kerja sama pengembangan dan pembangunan sesuai dengan kebutuhan yang dibutuhkan Pemerintah Kabupaten Sumenep.” pungkasnya.

Dalam acara tersebut, PT Garam Persero juga menyerahkan bantuan CSR berupa 7 unit container sampah senilai Rp326.669.000,00. (Hodri)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.