Sumenep, Minggu 8 Maret 2026 | News Satu- Pengurus Cabang Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (PC ISNU) Sumenep menggelar buka puasa bersama yang dirangkai dengan rapat konsolidasi organisasi guna memperkuat soliditas serta mengaktifkan kembali peran organisasi di kalangan sarjana NU.
Kegiatan yang berlangsung di Kiai Ilyas Syarqawi, Kantor PCNU Sumenep, tersebut dihadiri sekitar 80 peserta, terdiri dari pengurus PC ISNU Sumenep, perwakilan Pengurus Anak Cabang (PAC) ISNU se-Kabupaten Sumenep, serta jajaran pimpinan PCNU Sumenep.
Ketua PC ISNU Sumenep Dr. Mohammad Husnan menyampaikan bahwa konsolidasi tersebut digelar sebagai respons atas menurunnya intensitas kegiatan organisasi dalam satu tahun terakhir. Selain itu, banyaknya anggota ISNU yang berasal dari berbagai latar belakang profesi membuat aktivitas organisasi belum berjalan secara optimal.
Menurutnya, momentum tersebut menjadi langkah untuk menyegarkan kembali semangat pengabdian organisasi sekaligus memastikan program kerja berjalan secara terarah.
“Momentum ini menjadi upaya untuk menyegarkan kembali semangat berkhidmah sekaligus merealisasikan program kerja yang telah disusun dengan indikator yang jelas,” ujar Husnan.
Kegiatan diawali dengan sambutan Ketua PC ISNU Sumenep, dilanjutkan dengan taushiyah dari Wakil Ketua Bidang Badan Otonom PCNU Sumenep, K.H. Abd. Wasid. Selanjutnya forum dilanjutkan dengan rapat konsolidasi organisasi yang dipimpin Wakil Ketua PC ISNU Sumenep Dr. Ahmad Khotib.
Dalam rapat tersebut, para peserta membahas sejumlah agenda penting, mulai dari evaluasi program kerja sebelumnya, perencanaan kegiatan mendatang, hingga penguatan kolaborasi antara PC ISNU dengan PAC serta berbagai pihak terkait. Dalam taushiyahnya, Kiai Abd. Wasid menegaskan bahwa ISNU merupakan wadah bagi kalangan intelektual Nahdlatul Ulama dengan anggota yang sangat luas, meliputi lintas generasi, profesi, dan latar belakang.
Ia juga menekankan pentingnya penguatan organisasi serta konsolidasi internal agar ISNU mampu menjalankan peran strategis dalam memberikan kontribusi nyata kepada umat. Selain itu, meningkatnya jumlah sarjana NU saat ini dinilai perlu diimbangi dengan perluasan ruang kaderisasi dan regenerasi organisasi, khususnya di tingkat kecamatan hingga desa.
Dari hasil rapat konsolidasi tersebut, sejumlah program strategis direkomendasikan. Salah satunya adalah penyelenggaraan Sekolah Intelektual ISNU secara berkala, yang akan menghadirkan narasumber dari kalangan anggota ISNU untuk mempresentasikan hasil penelitian akademik seperti tesis maupun disertasi. Program ini direncanakan mulai berjalan pada April 2026.
Selain itu, PC ISNU Sumenep juga akan menyusun database sarjana NU di wilayah Sumenep lengkap dengan bidang keahliannya, membentuk forum motivasi melalui platform digital dan media sosial, serta melaksanakan kegiatan turun ke bawah (turba) ke seluruh PAC ISNU di Kabupaten Sumenep.
Dalam forum tersebut juga dibahas sejumlah tantangan organisasi, baik secara internal maupun eksternal. Dari sisi internal, masih diperlukan penguatan kohesi di kalangan pengurus. Sementara dari sisi eksternal, perubahan sosial masyarakat, dinamika organisasi di lingkungan NU, hingga perkembangan geopolitik global turut menjadi tantangan bagi organisasi.
“Melalui kegiatan konsolidasi ini, para pengurus ISNU Sumenep diharapkan mampu menjaga konsistensi terhadap berbagai kesepakatan yang telah dirumuskan sekaligus memperkuat komitmen untuk menjalankan program kerja secara nyata demi memperluas kontribusi intelektual NU di tengah masyarakat,” pungkasnya. (Robet)












