News Satu, Sumenep, Sabtu 16 Juli 2022- Kinerja Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, Agus Dwi Saputra menjadi sorotan dari sejumlah elemen. Bahkan, DPRD Sumenep, juga angkat bicara soal kinerja Kepala Dinas Pendidikan Sumenep tersebut.

Abu Hasan, Sekretaris Komisi IV DPRD Sumenep mengatakan, banyaknya persoalan dilingkungan Dinas Pendidikan ini, membuktikan jika Kepala Dinasnya tidak mampu menjadi seorang leader atau pemimpin yang baik.

“Banyak persoalan yang terjadi di Dinas Pendidikan,  seperti peningkatan mutu pendidikan, dan dugaan adanya jual beli jabatan, serta tumpang tindih kepala sekolah, hingga guru yang menganggur di sekolah karena menumpuk,” ujarnya, Sabtu (16/7/2022).

Lanjut Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Sumenep ini, sebagai Kepala Dinas, seharusnya Agus Dwi Saputra, turun langsung k eke sekolah-sekolah untuk menyelesaikan persoalan pendidikan.

“Jadi, jangan bekerja diatas meja saja, tapi dia harus turun langsung ke sekolah-sekolah, sehingga tahu apa yang terjadi dibawah,” tandasnya.

Politisi asal Kepulauan Kangean ini menganggap, sejak awal publik meragukan kinerja Kepala Dinas Pendidikan. Buktinya, baru dilantik sudah banyak aksi protes dari kalangan aktivis dan mempertanyakan kemampuan dari Agus Dwi Saputra dalam meningkatkan mutu pendidikan di Kabupaten Sumenep ini.

“Ya, dari awal sudah banyak protes dan meragukan kinerja Kepala Dinas Pendidikan,” tukasnya.

Keraguan publik kepada Agus Dwi Saputra ini, ternyata terbukti. Sudah lebih setengah tahun menjabat sebagai Kepala Dinas Pendidikan, tidak ada inovasi untuk mengembangkan pendidikan di Kabupaten Sumenep. Padahal, dukungan pemerintah daerah maupun pusat sangat luar biasa, baik dari anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) dan dana alokasi khusus (DAK) yang tembus Rp 50 miliar.

“Turun cari persoalan mendasar ke bawah, jangan hanya mengandalkan bawahannya saja, yang tidak bisa menjelaskan secara detail persoalan pendidikan di bawah,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Disdik Sumenep Agus Dwi Saputra mengakui bahwa memang banyak yang harus dievaluasi.

Namun, Agus tidak memberikan respon saat ditanya tentang temuan masyarakat mengenai dugaan jual beli jabatan, tumpang tindih jabatan kepala sekolah, mutasi guru yang menganggur, dan persoalan lain di Disdik Sumenep.

“Kami akan benahi pelan-pelan. Jadi, kan kita tidak boleh saling menyalahkan. Kita evaluasi dan perbaiki semuanya,” pungkasnya. (Zalwi)

Komentar