Presma Brawijaya, Inilah “Dosa” Bupati Fauzi Pada Masyarakat Sumenep

News Satu, Sumenep, Rabu 10 April 2024- Perkumpulan para pemuda Sumenep, Madura, Jawa Timur, yang tergabung dalam Youth Discussion Forum atau yang biasa disebut forum pemuda berdiskusi menggelar diskusi publik dengan tema “Lebaran sebentar lagi, Mari saling memaafkan, Kecuali memaafkan Bupati Fauzi”.

Pendiri Forum pemuda berdiskusi R Zevian F mengatakan, kegiatan ini tidak lain untuk mengevaluasi kepemimpinan Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo. Sebab, dirinya bersama teman-teman mahasiswa yang lain menilai tidak ada perkembangan sama sekali selama 3 tahun terakhir ini.

“Selama 3 tahun lebih Bupati Fauzi memimpin, belum ada perubahan sama sekalai. Mulai dari pembangunan, pendidikan, pertanian, pariwisata dan kemiskinan maupun pengangguran terus menghantui masyarakat Sumenep,” katanya, Rabu (10/4/2024).

Tidak hanya itu saja, masyarakat juga dibodohi oleh orang-orang dekatnya Bupati Fauzi atau lingkaran Oligarki dalam Pemerintahan hari ini. jika disebutkan satu persatu, terlalu banyak dosa Bupati Fauzi kepada masyarakat Sumenep.

“Mungkin itu pengantar dari saya, mulai dari carut marut kepemerintahan Bupati Sumenep selama 3 tahun lebih harus dievaluasi oleh rakyatnya sendiri, apakah sudah sesuai dengan visi misi bupati dengan tagline Bismillah Melayani?” tandasnya.

Sementara, Rafly Rayhan Al-Khajri Demisioner Presiden Eksekutif Mahasiswa (Presma) Universitas Brawijaya mengatakan, sebenarnya diskusi ini berangkat dari keresahan mahasiswa Sumenep dimana mereka dilahirkan dan dibesarkan disini.

“Ini keresahan kita semua, sebab kami dilahirkan dan dibesarkan disini. Namun, ternyata Sumenep masih belum ada perubahan sama sekali, dan tidak ada dampak atau perubahan yang nyata dirasakan oleh masyarakat Sumenep. Jangan-jangan, kita salah memilih pemimpin?,” ujarnya sambil tersenyum.

Menurut Rafly, seharusnya Bupati Fauzi tidak terus menerus hanya tampil bagus di depan kamera. Namun, dibelakang kamera ternyata berbanding terbalik dengan di depan kamera. Dalam artian, saat ini masyarakat Sumenep, tidak butuh branding pribadinya Bupati Fauzi yang di depan kamera dikemas memiliki prestasi, tapi faktanya sama sekali tidak ada.

“Mari kita runut, dari angka pengangguran dan kemiskinan di Sumenep. Itu masih tinggi dibandingkan dengan 38 Kabupaten/Kota di Jawa Timur. Padahal, jika kita melihat Kabupaten Sumenep itu, merupakan sebuah ladang migas. Tapi kenapa, kemiskinan dan pengangguran belum juga bisa diatasi,” tukasnya.

Komentar