oleh

Produk PIWS Sumenep Mulai Kuasai Pasar

News Satu, Sumenep, Selasa 25 September 2018– Program yang dicanangkan Pemerintah Daerah Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur (Jatim) dalam rangka mengurangi angka pengangguran dengan mengajak masyarakat untuk berwirausaha mulai dirasakan hasilnya. Terbukti para wirausaha yang dilatih dalam Pusat Inkubator Wirausaha STKIP (PIWS) Sumenep, mulai kebanjiran order atau pesanan di bidang wirausaha konveksinya melalui PT Wirausaha Muda Sumenep (WMS).

“Kami bekerjasama dengan PT Wirausaha Sumekar (WMS), dalam memasarkan hasil produk konveksi. Bahkan, kami sampai kewalahan akibat banyaknya orderan tersebut,” ujar Direktur PIWS Sumenep, Khairul Asiah, Selasa (25/9/2018).

Produk yang dihasilkan para wirausaha binaan PIWS saat ini, tidak hanya dipasarkan di wilayah Kabupaten Sumenep saja, melainkan juga ke luar daerah. Sebab, PIWS tidak hanya sekedar memberikan pelatihan terhadap para peserta, akan tetapi secara tidak langsung juga memasarkan hasil produk dari tangan terampil binaan PIWS.

“Pesanan kaos dan berbagai produk tidak hanya dari Sumenep saja, melainkan dari luar daerah juga ada, seperti Pamekasan dan lain sebagainya,” ungkap Irul panggilan akrab dari Khairul Asiah.

Ia juga mengatakan, di bidang konveksi produk yang dihasilkan binaan PIWS berupa mukena, songkok nasional, baju, kaos, dan pakaian sehari-hari dengan proses produksi cepat dengan kwalitas bagus.

“Proses produksinya cepat dan bagus, ya paling lama 4 hari sudah selesai dari waktu pemesanan, makanya banyak masyarakat yang order ke PIWS, baik warga Sumenep sendiri maupun dari luar daerah” tandasnya.

Ia mengatakan, produk yang paling banyak diminati oleh masyarakat adalah dalam pembuatan kaos, baju seragam sekolah dan Kopya atau biasanya orang Madura menyebutnya songkok dengan motif sesuai selera dari pemesan.

“Hampir tiap hari para peserta yang diberi pembinaan di PIWS selalu memproduksi baju seragam sekolah, baju organisasi, dan songkok sesuai dengan selera dari pemesan,” ungkapnya.

Oleh karena itu, pihaknya berharap kedepannya minat masyarakat terhadap produk lokal semakin meningkat, sehingga para peserta binaan PIWS bisa terus berkarya dan mendapatkan hasil dengan banyaknya orderan tersebut.

“Daripada membeli produk luar yang kwalitasnya sama dengan produk lokal, lebih baik beli produk lokal. Sebab, jika membeli produk PIWS sama saja membantu menggairahkan ekonomi masyarakat Sumenep, karena yang membuat adalah orang Sumenep sendiri dan perputaran uang tidak keluar melainkan tetap di Sumenep,” pungkasnya. (Zalwi)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.