Sumenep, Selasa 14 April 2026 | News Satu- Upaya membangun kepercayaan masyarakat terhadap sektor keuangan syariah kini mulai bergeser. Tidak lagi hanya mengandalkan pendekatan formal, BPRS Bhakti Sumekar justru menggabungkan literasi keuangan dengan kekuatan budaya lokal yang menyentuh sisi emosional publik.
Melalui talkshow bertajuk “Mendorong Kepercayaan Masyarakat Melalui Inklusi Keuangan BPR Syariah”, institusi ini menghadirkan narasumber dari Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jawa Timur. Namun, perhatian peserta justru tertuju pada penampilan Tari Muang Sangkal yang merupakan tarian tradisional khas Sumenep yang sarat nilai spiritual.
Dibawakan oleh Sanggar Pakoe Jokotole, Tari Muang Sangkal dikenal sebagai simbol penolak bala yang mengandung doa, perlindungan, dan harapan. Kehadirannya di tengah forum keuangan menjadi pendekatan berbeda dalam menyampaikan pesan inklusi keuangan kepada masyarakat.
Direktur Utama BPRS Bhakti Sumekar, Hairil Fajar, menyebut bahwa langkah ini merupakan bentuk komitmen dalam menjaga keseimbangan antara modernisasi dan pelestarian budaya.
“Penampilan ini kami hadirkan langsung dari Sanggar Pakoe Jokotole yang memiliki keterkaitan dengan sejarah Keraton Sumenep. Keasliannya tetap kami jaga,” ujarnya, Selasa (14/4/2026).
Ia juga menegaskan bahwa keterlibatan sanggar yang memiliki garis keturunan dari pencipta tari, almarhum Taufikurrahman, menjadi upaya konkret menjaga keaslian dan keberlanjutan warisan budaya daerah.
Tari Muang Sangkal sendiri bukan hal baru di panggung nasional. Tarian ini telah tampil dalam berbagai agenda besar, seperti Rembuk Nasional Dewan Kerajaan Nasional 2025 di Sragen dan Festival Seni Budaya Kerajaan Nusantara 2024 di Keraton Surakarta.
Melalui kolaborasi ini, BPRS Bhakti Sumekar mengirim pesan kuat: membangun kepercayaan publik tidak cukup hanya melalui sistem keuangan, tetapi juga lewat pendekatan budaya yang dekat dengan identitas masyarakat. (Robet)







