Surabaya, Rabu 28 Januari 2026 | News Satu- Tiga mahasiswi Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Taruna Surabaya menorehkan prestasi membanggakan di kancah internasional. Mereka terpilih mewakili kampus dalam program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Internasional di Kota Jeddah, Arab Saudi.
Ketiga mahasiswi tersebut adalah Zufa Zaghlul Hafid, Ika Faiqotul Himmah, dan Hunainah Shofiyah El Rohmah. Keberangkatan mereka mendapat apresiasi langsung dari Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Lia Istifhama.
Senator asal Jawa Timur yang akrab disapa Ning Lia menilai, langkah berani ketiga mahasiswi itu bukan sekadar agenda akademik rutin, melainkan simbol nyata kecintaan terhadap ilmu pengetahuan dan semangat menembus batas negara demi pengabdian dan pengembangan diri.
“Mencari ilmu hingga ke luar negeri adalah ikhtiar besar. Dalam hadis disebutkan, siapa yang menempuh jalan ilmu, maka ia sedang menapaki jalan kehidupan. Semangat itulah yang tercermin dari para mahasiswi STAI Taruna Surabaya,” ujar Ning Lia Angggota DPD RI,Rabu (28/1/2026).
Menurutnya, pengalaman internasional melalui KKN di Arab Saudi akan menjadi bekal strategis bagi generasi muda dalam menghadapi tantangan global. Tidak hanya memperluas wawasan akademik, tetapi juga membentuk karakter, kepekaan sosial, serta kemampuan adaptasi lintas budaya.
Ning Lia menegaskan, setiap usaha yang dilandasi niat baik dan kecintaan pada ilmu tidak akan pernah sia-sia. Apa yang diikhtiarkan hari ini, kata dia, akan menjadi anugerah di masa depan, baik bagi individu maupun masyarakat luas.
Ia juga mengajak generasi muda Indonesia untuk terus mencintai dunia pendidikan, tidak mudah menyerah, serta tidak terjebak pada gengsi yang justru menjauhkan dari proses belajar.
“Ilmu harus dibarengi adab. Hormat kepada guru dan siapa pun yang menjadi perantara ilmu adalah kunci. Kecerdasan sejati lahir dari intelektualitas yang berjalan seiring dengan akhlak,” tegasnya.
Keberangkatan tiga mahasiswi STAI Taruna Surabaya ke Jeddah diharapkan menjadi inspirasi nasional, bahwa semangat menuntut ilmu dan mengabdi kepada masyarakat mampu melampaui sekat geografis, budaya, dan jarak. (Kiki)









