HEADLINENASIONALNEWSNEWS SATUPEMERINTAHANPOLITIKPOLITISISURABAYA

DPD RI Jatim Terpilih, Elektrifikasi Pertanian Langkah Besar Menuju Kedaulatan Pangan

683
×

DPD RI Jatim Terpilih, Elektrifikasi Pertanian Langkah Besar Menuju Kedaulatan Pangan

Sebarkan artikel ini
DPD RI Jatim Terpilih, Elektrifikasi Pertanian Langkah Besar Menuju Kedaulatan Pangan
DPD RI Jatim Terpilih, Elektrifikasi Pertanian Langkah Besar Menuju Kedaulatan Pangan

News Satu, Surabaya, Rabu 29 Mei 2024- Pemerintah Indonesia melalui PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Timur terus mendorong elektrifikasi di sektor pertanian guna meningkatkan produktivitas dan efisiensi operasional para petani.

Program ini telah memberikan dampak positif, terbukti dari pengalaman petani di Nganjuk yang mencatat pertumbuhan ekonomi signifikan setelah beralih dari penggunaan diesel ke listrik PLN.

Sumartono, seorang petani berusia 62 tahun dari Dusun Mojorebun, Nganjuk, mengungkapkan bahwa penggunaan listrik PLN untuk pengairan sawahnya jauh lebih ekonomis dibandingkan dengan diesel.

“Jika sebelumnya pengairan menggunakan diesel, selain lebih mahal juga susah mendapat bahan bakarnya. Dalam satu kali penyiraman, kebutuhan bahan bakar diesel mencapai 3 liter atau senilai Rp 27.000,- sementara untuk listrik PLN hanya membutuhkan Rp 5.000,-. Penghematan mencapai 81 persen,” kata Sumartono, Rabu (29/5/2024).

Respon positif juga datang dari berbagai kalangan, termasuk Dr. Lia Istifhama, anggota DPD RI terpilih dari Jawa Timur. Lia menyatakan bahwa program elektrifikasi ini menunjukkan kemajuan signifikan dalam upaya Indonesia mencapai kedaulatan pangan.

“Elektrifikasi yang digalakkan pemerintah menunjukkan Indonesia terus gaspol menuju kedaulatan pangan, dengan memanfaatkan teknologi untuk memudahkan proses pertanian,” ujarnya.

Lia juga menekankan pentingnya regenerasi petani.

“Regenerasi adalah keniscayaan, termasuk dalam hal pertanian. Dengan modernisasi alat dan mesin pertanian, pemerintah dapat menarik minat generasi muda untuk menjadi petani, menjadikan mereka penerus pejuang tani untuk warisan negeri ini,” tambahnya.

Selain itu, Lia mengapresiasi program korporasi tani yang digagas oleh Pemprov Jatim di bawah kepemimpinan Pj Gubernur Adhy Karyono. Program ini bertujuan untuk menguatkan posisi Jawa Timur sebagai lumbung pangan nasional dan mengatasi berbagai masalah di lapangan melalui kerjasama intraprovinsi yang efektif.

“Program korporasi tani ini tidak hanya membantu mengendalikan inflasi tetapi juga menguatkan food estate dan contract farming yang menjadi bagian dari Proyek Strategis Nasional 2020-2024,” pungkasnya.

Program Electrifying Agriculture (EA) dari PLN merupakan inovasi yang memanfaatkan energi listrik di bidang agrikultur, termasuk pertanian, perikanan, perkebunan, dan peternakan, dengan tujuan meningkatkan produktivitas dan efisiensi operasional.

PLN mengakui bahwa program ini adalah upaya menciptakan nilai bersama bagi masyarakat dan lingkungan melalui berbagai inovasi teknologi kelistrikan.

Dengan adanya dukungan penuh dari pemerintah dan kolaborasi berbagai pihak, Indonesia semakin dekat dengan terwujudnya kedaulatan pangan yang diidamkan, memanfaatkan kemajuan teknologi untuk kesejahteraan para petani dan masyarakat luas. (Awek/*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.