Surabaya, Senin 5 Januari 2026 | News Satu- Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus memperkuat diplomasi internasional. Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menghadiri pertemuan resmi bersama Konsul Jenderal Republik Rakyat Tiongkok (RRT) Ye Su di Kediaman Konsulat Jenderal RRT Surabaya.
Pertemuan tersebut menandai penguatan kerja sama strategis antara Jawa Timur dan Tiongkok, dengan fokus pada pengembangan sumber daya manusia (SDM), pendidikan vokasi, sektor manufaktur, serta perdagangan komoditas unggulan daerah.
Dalam pertemuan itu, Khofifah dan Konjen Ye Su membahas peluang program beasiswa bagi pelajar Jawa Timur, peningkatan kompetensi guru Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), serta penguatan pendidikan vokasi yang diselaraskan dengan kebutuhan industri global.
Selain pendidikan, sektor manufaktur dan investasi industri menjadi agenda penting. Jawa Timur dinilai memiliki posisi strategis sebagai pusat industri nasional yang potensial dikembangkan melalui kerja sama investasi, alih teknologi, serta penguatan rantai pasok bersama mitra Tiongkok.
Tak kalah krusial, pertemuan tersebut turut membuka peluang ekspor sarang burung walet asal Jawa Timur ke pasar Tiongkok. Komoditas bernilai ekonomi tinggi ini dinilai mampu meningkatkan kesejahteraan pelaku usaha lokal apabila didukung regulasi yang kuat dan kerja sama perdagangan berkelanjutan.
Gubernur Khofifah menegaskan komitmen Pemprov Jawa Timur untuk terus membuka ruang kolaborasi internasional yang berdampak langsung pada peningkatan kualitas SDM, daya saing industri, serta pertumbuhan ekonomi daerah.
Langkah strategis tersebut mendapat apresiasi dari Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Lia Istifhama. Senator yang akrab disapa Ning Lia menilai kerja sama lintas negara harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Kerja sama dengan Tiongkok harus menjadi investasi jangka panjang, bukan hanya ekonomi, tetapi juga investasi SDM. Program beasiswa, peningkatan kompetensi guru SMK, hingga akses ekspor sarang walet adalah langkah konkret yang menyentuh kesejahteraan rakyat,” tegas Ning Lia, Senin (5/1/2026).
Lia juga menekankan pentingnya pengawasan dan penguatan regulasi agar kolaborasi global tetap berpihak pada kepentingan daerah dan pelaku usaha lokal.
“Pertemuan ini diharapkan menjadi pintu masuk realisasi kerja sama konkret dan berkelanjutan antara Jawa Timur dan Republik Rakyat Tiongkok di berbagai sektor strategis,” pungkasnya. (Kiki)
Komentar