Surabaya, Minggu 21 Desember 2025 | News Satu- Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur Said Abdullah menegaskan bahwa pelaksanaan Konferensi Daerah (Konferda) dan Konferensi Cabang (Konfercab) PDIP Jawa Timur bukan momentum perpisahan antar-kader, melainkan ajang konsolidasi organisasi, penguatan solidaritas, dan peneguhan ideologi partai.
Penegasan itu disampaikan Said Abdullah saat memberikan arahan dalam rangkaian kegiatan Konferda dan Konfercab PDIP Jawa Timur di Surabaya.
Menurut Said, seluruh kader PDI Perjuangan merupakan satu keluarga besar yang dipersatukan oleh sejarah panjang perjuangan, nilai ideologis, dan cita-cita politik yang sama. Ia menegaskan, tidak ada partai besar tanpa soliditas kader.
“Konferda dan Konfercab ini bukan momentum perpisahan. Kita semua adalah keluarga besar PDI Perjuangan selamanya. Tidak ada kebesaran partai tanpa solidaritas kader,” tegas Said, Minggu (21/12/2025).
Said menekankan bahwa lahirnya bangsa Indonesia berangkat dari cita-cita besar Proklamasi untuk mewujudkan keadilan dan kemakmuran. Dalam konteks tersebut, PDI Perjuangan memiliki tanggung jawab ideologis untuk terus memperjuangkan ajaran Bung Karno serta menjaga keutuhan NKRI.
Ia mengingatkan seluruh kader agar tidak memecah cita-cita besar partai ke dalam kepentingan sempit yang justru dapat mencederai nama baik PDIP.
“Cita-cita besar ini jangan kita cacah, jangan kita kotak-kotakkan, dan hindari hal-hal yang merugikan nama besar partai. Inilah marwah kita sebagai kader PDI Perjuangan,” ujar Said yang juga Ketua Badan Anggaran DPR RI.
Said menyatakan optimistis soliditas PDIP Jawa Timur akan tetap terjaga. Menurutnya, kekuatan partai tidak dibangun secara instan, melainkan melalui proses kaderisasi panjang dan disiplin organisasi yang kuat.
Ia juga menyinggung pengalamannya berproses di PDIP sejak 1983, ketika partai masih bernama Partai Demokrasi Indonesia (PDI). Sejak awal, kata Said, PDIP telah membudayakan mekanisme pertanggungjawaban organisasi yang ketat dan transparan.
“Konfercab dan Konferda menjadi pegangan partai untuk meminta pertanggungjawaban pengurus, baik di tingkat DPC maupun DPD, terkait organisasi, program kerja, aset, dan keuangan partai,” jelasnya.
Lebih jauh, Said menyebut Konferda dan Konfercab juga menjadi forum strategis untuk menyusun dan mengonstitusikan program partai dari tingkat pusat hingga anak ranting. Program tersebut dirumuskan secara demokratis dengan pendekatan teknokratis agar mampu menjawab persoalan struktural masyarakat Jawa Timur.
Tak hanya internal, forum tersebut juga menjadi ruang penegasan sikap politik PDIP Jawa Timur terhadap isu-isu strategis yang menyangkut hajat hidup orang banyak dan masa depan daerah.
“Sikap politik ini wajib kita perjuangkan dan laksanakan bersama seluruh kader di Jawa Timur secara bergotong royong. Itulah karakter PDI Perjuangan,” pungkasnya.(Kiki)







