Surabaya, Rabu 28 Januari 2026 | News Satu- Persoalan klasik akses pembiayaan kembali menjadi momok serius bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Masalah ini mencuat dalam audiensi komunitas Markas UKM bersama Anggota DPD/MPR RI Daerah Pemilihan Jawa Timur, Lia Istifhama, di Kantor DPD RI Jawa Timur, Surabaya, Jawa Timur.
Forum dialog tersebut menjadi ruang terbuka bagi pelaku UMKM untuk menyampaikan langsung kegelisahan mereka. Mulai dari sulitnya mengakses kredit perbankan hingga tersandung catatan Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) OJK, padahal usaha yang dijalankan terbukti aktif dan produktif.
Keluhan ini mencerminkan persoalan struktural yang hingga kini belum sepenuhnya terurai. Banyak UMKM dinilai “layak usaha”, namun tetap terhambat karena belum terintegrasi dengan skema pembiayaan formal maupun program pendanaan pemerintah.
Menanggapi aspirasi tersebut, Lia Istifhama menegaskan kesiapannya menjadi jembatan antara pelaku UMKM dan instansi berwenang. Ia menilai, keluhan UMKM tidak boleh berhenti sebatas wacana, tetapi harus ditindaklanjuti melalui komunikasi lintas sektor.
“UMKM adalah tulang punggung ekonomi daerah. Kalau akses permodalan terus dipersulit, bagaimana mereka bisa naik kelas?” tegas Lia, Rabu (28/1/2026).
Lia memastikan akan berkoordinasi dengan sejumlah pihak terkait, termasuk Dinas Koperasi dan UMKM Jawa Timur, untuk mendorong solusi yang lebih aplikatif, inklusif, dan berpihak pada pelaku usaha kecil.
Tak hanya mendengar aspirasi, Lia juga meninjau langsung produk-produk unggulan anggota Markas UKM. Mulai dari olahan pangan hingga produk kreatif, satu per satu mendapat perhatian khusus. Bentuk dukungan pun diwujudkan secara konkret melalui ulasan positif di Google Review, sebagai upaya membantu promosi dan meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap produk UMKM lokal.
Langkah sederhana namun nyata tersebut mendapat apresiasi dari para pelaku usaha. Mereka menilai dukungan semacam ini berdampak langsung pada visibilitas dan citra produk di mata publik. Audiensi tersebut ditutup dengan keputusan strategis. Lia Istifhama resmi didapuk sebagai Dewan Penasehat Markas UKM, sebuah langkah yang disambut optimisme besar oleh komunitas pelaku usaha.
Ketua Markas UKM, Koko Mahargyo, mengungkapkan bahwa banyak anggota komunitasnya memiliki usaha yang sehat, namun kerap mentok saat mengakses pembiayaan formal. Kehadiran figur nasional seperti Lia dinilai menjadi harapan baru bagi UMKM untuk memperjuangkan kebijakan yang lebih adil dan berpihak.
“Kami optimistis, dengan pendampingan dan akses yang tepat, UMKM Jawa Timur bukan hanya bertahan, tapi mampu bersaing dan naik kelas,” pungkasnya. (Kiki)












