Prabowo Bahas Energi Nasional, Pasokan BBM Dan Gas Tetap Terkendali

Jakarta, Kamis 12 Maret 2026 | News Satu- Pemerintah menegaskan pasokan bahan bakar minyak (BBM) dan gas nasional dalam kondisi aman, meskipun situasi geopolitik global sedang memanas. Kepastian ini disampaikan usai rapat terbatas (ratas) yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto bersama jajaran menteri Kabinet Merah Putih serta Dewan Ekonomi Nasional (DEN).

Dalam rapat tersebut, pemerintah menegaskan bahwa ketersediaan energi nasional masih mencukupi untuk memenuhi kebutuhan domestik, sekaligus memastikan stabilitas pasokan tetap terjaga di tengah dinamika pasar energi dunia.

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengatakan pemerintah terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan harga energi global serta menyiapkan langkah mitigasi agar dampaknya terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tetap terkendali.

“Dalam pertemuan tersebut disampaikan bahwa pasokan BBM dan gas nasional dalam kondisi mencukupi. Pemerintah akan terus memantau perkembangan harga energi global dan menyiapkan langkah mitigasi agar dampaknya terhadap APBN tetap terkendali,” ujar Teddy dalam keterangan tertulis, Kamis (12/3/2026).

Rapat terbatas tersebut juga membahas perkembangan ekonomi global, termasuk potensi dampak eskalasi konflik di Timur Tengah yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel terhadap stabilitas ekonomi dunia dan Indonesia.

Menurut Teddy, Presiden Prabowo menerima jajaran Dewan Ekonomi Nasional bersama sejumlah menteri pada Rabu (11/3/2026) untuk mengkaji berbagai risiko ekonomi global yang dapat memengaruhi perekonomian nasional.

“Pertemuan tersebut membahas perkembangan ekonomi global, termasuk potensi dampak eskalasi konflik Timur Tengah terhadap perekonomian dunia dan Indonesia,” katanya.

Dalam rapat tersebut, Presiden Prabowo menekankan pentingnya langkah strategis untuk memperkuat ketahanan ekonomi nasional, salah satunya melalui percepatan program swasembada energi. Langkah ini dinilai penting untuk mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap pasokan energi global yang rentan terhadap gejolak geopolitik dan fluktuasi harga internasional.

Selain itu, Presiden juga mendorong percepatan digitalisasi pemerintahan, termasuk pengembangan digitalisasi penyaluran bantuan sosial guna meningkatkan efisiensi penggunaan anggaran negara.

“Presiden menekankan pentingnya mempercepat swasembada energi serta memperkuat digitalisasi pemerintahan, termasuk melalui pilot digitalisasi penyaluran bantuan sosial untuk meningkatkan efisiensi belanja negara,” jelas Teddy.

Presiden Prabowo juga meminta seluruh jajaran pemerintah untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap dinamika global yang terus berkembang. Langkah antisipatif dinilai penting agar stabilitas ekonomi nasional tetap terjaga di tengah ketidakpastian global.

“Presiden meminta seluruh jajaran pemerintah terus mengantisipasi perkembangan situasi global dan memastikan stabilitas ekonomi nasional tetap terjaga,” kata Teddy.

Pemerintah memastikan akan terus memonitor perkembangan pasar energi internasional, sekaligus menyiapkan kebijakan strategis guna menjaga ketahanan energi nasional dan stabilitas ekonomi Indonesia. (Den)