159

Baret Jingga Bukan Akhir Perjuangan, Ini Tantangan Bagi 436 Prajurit Korpasgat

News Satu
Baret Jingga Bukan Akhir Perjuangan, Ini Tantangan Bagi 436 Prajurit Korpasgat
Baret Jingga Bukan Akhir Perjuangan, Ini Tantangan Bagi 436 Prajurit Korpasgat

JAKARTA, Selasa, 13 Oktober 2026 | News Satu- Sebanyak 436 prajurit TNI Angkatan Udara (TNI AU) resmi menyandang baret jingga Korps Pasukan Gerak Cepat (Korpasgat) setelah menyelesaikan pendidikan komando. Prosesi pembaretan yang berlangsung di Pantai Santolo, Garut, Jawa Barat, menandai keberhasilan para prajurit melewati tahapan pendidikan yang menguji ketahanan fisik, kekuatan mental, kedisiplinan, dan semangat pantang menyerah.

Penyematan baret tersebut bukan sekadar seremoni militer. Momentum ini menjadi simbol perjuangan dan pengorbanan para prajurit sekaligus pengingat atas tanggung jawab yang harus mereka jalankan dalam mendukung tugas TNI AU dan menjaga kedaulatan negara.

Informasi pembaretan 436 prajurit itu disampaikan melalui siaran pers resmi Korpasgat yang diterima di Jakarta, Selasa (13/10/2026).

Kepala Penerangan Korpasgat, Kolonel (Pas) Jaito Novyan Sulistiyono, mengatakan pembaretan menjadi penanda keberhasilan para prajurit dalam melewati pendidikan komando dengan berbagai tuntutan fisik dan mental.

“Pembaretan ini sekaligus menjadi simbol keberhasilan melewati pendidikan komando yang menuntut ketangguhan fisik, mental, disiplin, dan semangat pantang menyerah,” kata Jaito dalam siaran pers tersebut.

Upacara pembaretan dipimpin Kepala Staf Korpasgat (Kaskorpasgat), Marsda TNI Anis Nurwahyudi, yang mewakili Panglima Korpasgat, Marsdya TNI Deny Muis.

Dalam keterangannya, Anis menegaskan bahwa keberhasilan menjadi prajurit Korpasgat tidak diperoleh melalui proses yang mudah. Baret jingga yang dikenakan para prajurit merupakan simbol perjuangan, pengorbanan, disiplin, ketahanan fisik, serta kekuatan mental yang ditempa selama pendidikan.

Menurut Anis, pencapaian tersebut harus diikuti dengan kinerja nyata. Para prajurit dituntut menjaga kehormatan korps, menunjukkan profesionalisme, serta melaksanakan setiap tanggung jawab dengan penuh dedikasi.

Ia juga mengingatkan agar para prajurit tidak menjadikan pembaretan sebagai titik akhir perjuangan. Sebaliknya, keberhasilan menyelesaikan pendidikan harus menjadi bekal untuk menghadapi tantangan penugasan berikutnya.

“Jadilah prajurit Komando Korpasgat yang tangguh, disiplin, berkarakter, dan mampu menjadi teladan di lingkungan satuan maupun masyarakat,” ujar Anis.

Anis menekankan pentingnya mempertahankan nilai-nilai yang telah dibentuk selama pendidikan komando. Disiplin, karakter, ketangguhan, dan semangat pantang menyerah harus tercermin dalam perilaku maupun pelaksanaan tugas sehari-hari.

Pesan tersebut menjadi penegasan bahwa penyematan baret jingga membawa konsekuensi tanggung jawab profesional sebagai prajurit TNI. Setiap personel diharapkan mampu memberikan kontribusi terbaik sesuai tugas dan tanggung jawabnya.

“Pertahankan semangat juang yang telah ditempa selama pendidikan sebagai bekal dalam menghadapi berbagai tantangan tugas ke depan,” tutupnya.

Dengan dikukuhkannya 436 prajurit melalui prosesi pembaretan di Pantai Santolo, Korpasgat menegaskan pentingnya pembentukan personel yang disiplin, berkarakter, dan siap menjalankan tugas. Para prajurit diharapkan mampu menjaga kehormatan satuan sekaligus mendukung pelaksanaan tugas TNI AU dalam menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.