Probolinggo, Jumat 26 Juni 2026 | News Satu- Bursa calon Ketua Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI) Kota Probolinggo mulai menjadi perhatian publik setelah Sutanto secara terbuka menyatakan kesiapannya untuk maju sebagai calon ketua organisasi cabang olahraga tersebut.
Sutanto merupakan sosok yang cukup dikenal di kalangan pecinta bola voli Kota Probolinggo. Selama bertahun-tahun, ia aktif menjadi reporter sekaligus master of ceremony (MC) dalam berbagai turnamen bola voli yang digelar di Kota Probolinggo.
Saat dikonfirmasi pada Jumat (26/6/2026), Sutanto menyampaikan tekadnya untuk ikut dalam kontestasi kepemimpinan PBVSI demi mendorong kemajuan olahraga bola voli di Kota Probolinggo.
“Saya siap mencalonkan diri sebagai Ketua PBVSI Kota Probolinggo tahun ini,” kata Sutanto.
Pernyataan tersebut memunculkan dinamika baru menjelang agenda pemilihan kepengurusan PBVSI Kota Probolinggo. Namun demikian, proses pencalonan tetap harus mengikuti mekanisme organisasi yang berlaku.
Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Probolinggo, Zulfikar Imawan, menegaskan bahwa setiap orang memiliki hak untuk mencalonkan diri sebagai Ketua PBVSI, sepanjang memenuhi ketentuan organisasi.
“Siapa pun berhak mencalonkan diri sebagai Ketua PBVSI Kota Probolinggo. Namun, pemilihannya dilakukan melalui Musyawarah Kota (Muskot) PBVSI. Hak suara dimiliki oleh klub-klub anggota PBVSI Kota Probolinggo yang telah terdaftar di Pengurus Provinsi PBVSI Jawa Timur,” ujar Zulfikar.
Ia juga memastikan bahwa pelaksanaan Musyawarah Kota (Muskot) PBVSI Kota Probolinggo direncanakan berlangsung pada tahun 2027.
“Kalau ingin mencalonkan diri, tunggu pelaksanaan Muskot pada 2027,” tambahnya.
Berdasarkan data yang dihimpun, saat ini terdapat 18 klub bola voli yang telah terdaftar sebagai anggota resmi PBVSI Kota Probolinggo. Sementara itu, masih terdapat enam klub yang belum terdaftar, sehingga jumlah komunitas klub bola voli di Kota Probolinggo mencapai 24 klub.
Hingga saat ini, jabatan Ketua PBVSI Kota Probolinggo masih dipegang oleh Agus Efendy.
Dengan masih adanya waktu menuju pelaksanaan Muskot 2027, dinamika pencalonan diperkirakan akan terus berkembang. Seluruh proses pemilihan nantinya akan ditentukan melalui mekanisme organisasi sesuai dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) PBVSI. (Bambang)






