BPRS Bhakti Sumekar Targetkan 90 Sekolah Go Digital Di 2026

Sumenep, Jumat 27 Februari 2026 | News Satu- PT BPRS Bhakti Sumekar (Perseroda) menegaskan posisinya sebagai bank syariah daerah yang tidak sekadar bertahan, tetapi terus bergerak progresif mengikuti arus digitalisasi. Memasuki 2026, perusahaan milik Pemkab Sumenep ini memusatkan strategi pada penguatan literasi keuangan, percepatan transformasi digital, serta akselerasi pemberdayaan UMKM.

Direktur Utama BPRS Bhakti Sumekar, Hairil Fajar, mengungkapkan bahwa literasi keuangan menjadi fondasi utama dalam membangun kemandirian ekonomi daerah. Salah satu langkah konkret yang ditargetkan adalah implementasi layanan keuangan digital di 90 sekolah di Kota Keris.

Program tersebut dirancang untuk mengenalkan sistem perbankan syariah sejak usia dini, sekaligus membentuk budaya menabung dan pengelolaan keuangan yang sehat di kalangan pelajar.

“Kami ingin generasi muda Sumenep tumbuh sebagai generasi yang melek keuangan. Edukasi sejak dini adalah investasi jangka panjang bagi kemandirian ekonomi,” ujarnya.

Tak berhenti pada literasi, BPRS Bhakti Sumekar juga memperkuat layanan berbasis teknologi melalui aplikasi BBS Mobile. Aplikasi tersebut kini dilengkapi fitur pencarian ATM dan kantor cabang terintegrasi, memudahkan nasabah dalam mengakses informasi serta bertransaksi secara cepat dan aman.

Langkah ini menjadi bagian dari transformasi layanan untuk meningkatkan efisiensi, kenyamanan, serta keamanan transaksi di era digital.

“Transformasi ini adalah komitmen kami menghadirkan layanan yang responsif terhadap kebutuhan masyarakat,” tegas Hairil.

Digitalisasi ini diharapkan mampu memperluas inklusi keuangan dan menjangkau lebih banyak masyarakat, termasuk di wilayah yang sebelumnya terbatas akses layanan perbankan. Selain inovasi digital, BPRS Bhakti Sumekar meluncurkan produk tabungan baru dengan setoran awal mulai Rp1 juta. Skema tersebut dirancang agar lebih inklusif dan ramah bagi masyarakat luas, khususnya pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Hairil menegaskan, dukungan terhadap UMKM tidak hanya berbentuk pembiayaan, tetapi juga pendampingan usaha serta edukasi pengelolaan keuangan agar pelaku usaha mampu berkembang secara berkelanjutan.

“UMKM adalah tulang punggung ekonomi daerah. Kami ingin menjadi mitra strategis yang membantu mereka naik kelas,” katanya.

Kombinasi literasi keuangan, digitalisasi layanan, serta pemberdayaan UMKM menjadi strategi utama BPRS Bhakti Sumekar dalam memperkuat peran sebagai lembaga keuangan syariah yang inovatif dan inklusif.

“Tahun ini menjadi babak baru penguatan peran kami dalam membangun ekonomi masyarakat Sumenep,” tandasnya.

Langkah tersebut sekaligus mempertegas posisi BPRS Bhakti Sumekar sebagai motor penggerak ekonomi daerah berbasis prinsip syariah dan transformasi digital. (Robet)