Harga Minyak Dunia Naik, Prabowo Percepat Strategi Energi Nasional

Jakarta, Minggu 15 Maret 2026 | News Satu- Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah menjaga defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tetap terkendali di bawah batas maksimal 3 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB). Disiplin fiskal tersebut dinilai penting untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional di tengah tekanan geopolitik global.

Pernyataan itu disampaikan Presiden saat memimpin Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta. Ia menekankan pemerintah terus berupaya mengendalikan defisit dengan memperkuat penerimaan negara serta memastikan belanja negara tetap terkelola secara hati-hati.

“Kita berharap selalu menjaga agar defisit kita tidak bertambah. Bahkan cita-cita kita adalah, kalau bisa, kita tidak memiliki defisit,” ujar Prabowo, Minggu (15/3/2026).

Presiden menjelaskan bahwa pemerintah berupaya agar penerimaan negara mampu menutup kebutuhan belanja negara. Langkah ini dinilai krusial untuk memastikan ketahanan fiskal Indonesia tetap stabil dan berkelanjutan dalam jangka panjang.

Menurutnya, pengelolaan APBN harus dilakukan secara disiplin agar perekonomian nasional tetap kuat menghadapi berbagai ketidakpastian global. Prabowo juga menanggapi kekhawatiran sejumlah pihak mengenai potensi pelebaran defisit anggaran di tengah konflik yang memanas di kawasan Timur Tengah.

Konflik tersebut dikhawatirkan dapat memicu kenaikan harga minyak dunia yang berdampak pada perekonomian global. Presiden mengingatkan situasi geopolitik dunia saat ini berada dalam kondisi yang cukup berbahaya dan berpotensi mempengaruhi stabilitas energi maupun harga komoditas pangan.

Namun demikian, pemerintah menilai kondisi tersebut masih dapat diantisipasi melalui berbagai langkah strategis yang telah disiapkan.

“Kita, alhamdulillah, sudah mengamankan masalah pangan yang mendasar. Untuk BBM sebenarnya kita sudah memiliki rencana-rencana dan ini akan kita akselerasi,” kata Presiden.

Sebagai bagian dari strategi menghadapi gejolak global, pemerintah juga mendorong pengembangan energi alternatif guna mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar minyak (BBM). Beberapa sumber energi yang sedang dikembangkan berasal dari potensi domestik, seperti bioetanol dan biofuel, yang diharapkan mampu memperkuat ketahanan energi nasional.

Meski kondisi energi nasional saat ini relatif aman, Presiden tetap mengingatkan pentingnya langkah penghematan konsumsi BBM sebagai bentuk antisipasi terhadap potensi krisis global. Menurutnya, pemerintah dan masyarakat tidak boleh lengah terhadap dinamika geopolitik dunia yang bisa berdampak pada stabilitas energi dan ekonomi nasional.

“Kita tidak bisa menganggap bahwa apa pun yang terjadi kita akan selalu aman,” tegasnya.

Prabowo juga menyampaikan rasa syukur karena kondisi energi Indonesia saat ini masih terjaga. Namun, ia menegaskan upaya efisiensi energi tetap harus dilakukan.

“Kita bersyukur saat ini aman, tetapi tetap harus ada upaya untuk mengurangi konsumsi BBM,” pungkas Presiden. (Den)