200

Bahlil Sebut Stok BBM Nasional Aman, Kelangkaan Di Bali Diduga Akibat Distribusi

News Satu
Bahlil Sebut Stok BBM Nasional Aman, Kelangkaan Di Bali Diduga Akibat Distribusi
Bahlil Sebut Stok BBM Nasional Aman, Kelangkaan Di Bali Diduga Akibat Distribusi

Jakarta, Kamis, 15 Oktober 2026 | News Satu – Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah wilayah Bali memicu antrean panjang kendaraan di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU). Antrean bahkan dilaporkan mengular hingga satu kilometer dan menyebabkan seorang warga pingsan setelah berjam-jam menunggu giliran mengisi BBM.

Di tengah kondisi tersebut, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyatakan akan menggelar rapat bersama PT Pertamina untuk membahas perkembangan pasokan BBM di Pulau Dewata. Bahlil menegaskan stok BBM nasional masih dalam kondisi aman, sementara kendala distribusi diduga menjadi salah satu penyebab kelangkaan di lapangan.

Bahlil menyampaikan hal itu seusai mengikuti rapat terbatas bersama Presiden Prabowo Subianto di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (15/10/2026).

“Di Bali, Pak Simon sudah di sana, Pak Dirut Pertamina. Karena kita tahu bahwa pemerintah kan regulator, implementasi daripada itu semua adalah BUMN, dalam hal ini Pertamina. Saya harus balik dulu rapat untuk mendengar laporan terkait perkembangan terkini dari Bali,” kata Bahlil.

Ia menjelaskan, stok BBM nasional berada pada kisaran 16 hingga 18 hari. Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan ketersediaan BBM secara nasional tidak sedang mengalami masalah, meskipun sejumlah wilayah Bali menghadapi kesulitan memperoleh bahan bakar.

“Kalau stok nasional itu kita di angka 16 sampai 18 hari, jadi masih clear, nggak ada masalah secara stok-stok nasional. Jadi mungkin distribusinya yang ada sedikit mengalami terkendala. Itu yang sebentar saya akan rapat,” ujarnya.

Bahlil mengatakan belum dapat memberikan penjelasan lebih terperinci mengenai penyebab gangguan pasokan sebelum mendengarkan laporan dari Pertamina. Ia menyatakan pembahasan tersebut diperlukan untuk mengetahui perkembangan situasi di Bali dan menentukan langkah penanganan.

“Saya rapat dulu dengan mereka baru saya tahu. Nanti kita atur baik-baik,” tambahnya.

Kelangkaan BBM dilaporkan terjadi di sejumlah wilayah Bali, antara lain Denpasar, Badung, Klungkung, Buleleng, dan Bangli. Warga menghadapi antrean panjang untuk mendapatkan bahan bakar, sementara pasokan di sejumlah SPBU dilaporkan terbatas.

Situasi tersebut memunculkan keluhan masyarakat yang membutuhkan BBM untuk menunjang aktivitas sehari-hari. Antrean kendaraan dilaporkan mencapai sekitar satu kilometer di sejumlah lokasi.

Gubernur Bali Wayan Koster telah meminta Pertamina membenahi pasokan BBM guna mengatasi kesulitan yang dialami masyarakat.

Pertamina sebelumnya mengungkapkan bahwa kendala bongkar muat kapal tanker menjadi salah satu faktor yang memengaruhi pasokan BBM di Bali. Perusahaan juga menyiapkan tambahan pasokan untuk membantu mengatasi kondisi tersebut.

Meski demikian, gangguan distribusi masih menjadi perhatian karena dampaknya dirasakan langsung oleh masyarakat di sejumlah daerah.

Dampak kelangkaan BBM juga terlihat dalam insiden di SPBU Latu, Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung, Selasa (13/10/2026) pagi.

Seorang perempuan warga Desa Bongkasa dilaporkan pingsan sekitar pukul 09.00 Wita setelah mengantre selama berjam-jam. Korban diduga mengalami kelelahan karena kondisi fisiknya sedang kurang fit.

Petugas kepolisian bersama petugas SPBU memberikan pertolongan sebelum korban dibawa menggunakan ambulans ke Puskesmas Abiansemal 1 untuk mendapatkan penanganan medis.

Peristiwa tersebut menambah perhatian terhadap dampak antrean panjang BBM, terutama bagi warga yang harus menunggu lama di tengah kondisi fisik yang tidak prima.

Kondisi serupa dilaporkan terjadi di Kabupaten Klungkung. Pada Selasa (13/10/2026), warga mengantre untuk mendapatkan Pertamax di tiga SPBU, yakni SPBU Besang, SPBU Siku, dan SPBU Batu Tabih.

Antrean tersebut terjadi setelah stok Pertalite di lokasi yang dilaporkan mengalami kekosongan. Warga pun mencari alternatif bahan bakar yang masih tersedia.

Situasi ini memperlihatkan bahwa persoalan pasokan tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan BBM secara nasional, tetapi juga kelancaran distribusi hingga ke SPBU dan jenis bahan bakar yang dibutuhkan masyarakat.

Selain membahas pasokan, Bahlil menegaskan harga BBM bersubsidi di Bali tidak mengalami perubahan. Sementara itu, harga BBM nonsubsidi mengikuti perkembangan harga minyak dunia.

“Harga untuk subsidi masih tetap, tidak ada perubahan apa-apa. Kalau harga menyangkut BBM yang di luar subsidi, itu pasti akan terjadi fluktuatif berdasarkan perkembangan harga dunia,” pungkasnya.

Pemerintah dan Pertamina kini menjadi perhatian publik dalam upaya mengatasi gangguan pasokan di Bali. Masyarakat membutuhkan kepastian ketersediaan BBM agar aktivitas transportasi, pekerjaan, dan kegiatan ekonomi tidak terus terganggu.

Rapat yang akan digelar Bahlil bersama Pertamina diharapkan menghasilkan penjelasan lebih lanjut mengenai penyebab gangguan distribusi serta langkah konkret untuk memulihkan pasokan BBM di wilayah terdampak.