303

Menuju Piala Dunia 2030, PSSI Evaluasi Kebutuhan Pemain Timnas Indonesia

News Satu
Menuju Piala Dunia 2030, PSSI Evaluasi Kebutuhan Pemain Timnas Indonesia
Menuju Piala Dunia 2030, PSSI Evaluasi Kebutuhan Pemain Timnas Indonesia

JAKARTA, Rabu, 14 Oktober 2026 | News Satu – PSSI memetakan kebutuhan pemain Timnas Indonesia untuk memperkuat skuad jangka panjang menuju Piala Dunia 2030. Sejumlah posisi masih membutuhkan tambahan pemain, terutama bek kanan, gelandang, penyerang, dan pemain sayap.

Ketua Umum PSSI Erick Thohir mengatakan, Timnas Indonesia membutuhkan kedalaman skuad dengan kualitas pemain pelapis yang relatif setara dengan pemain utama. Menurut dia, kekuatan tim nasional tidak cukup hanya bertumpu pada sebelas pemain inti.

“Kita harus memiliki tiga tim yang masing-masing terdiri dari 11 pemain, atau setidaknya dua kelompok berisi 11 pemain dengan kualitas yang relatif setara,” kata Erick di Jakarta, Rabu (14/10/2026).

Berdasarkan pemetaan awal, posisi penjaga gawang dinilai memiliki dua opsi utama. Sektor bek tengah juga dianggap cukup memadai, meskipun penambahan pemain masih dimungkinkan. Sementara itu, pilihan pemain di posisi bek kiri dinilai relatif melimpah.

Adapun posisi bek kanan masih menghadapi keterbatasan pilihan akibat cedera. PSSI juga menilai lini tengah, penyerang, dan sayap membutuhkan tambahan pemain untuk memperkuat komposisi skuad.

“Di lini tengah, mungkin ada tiga pemain yang konsisten, tetapi kita masih membutuhkan dua pemain lagi. Belum lagi kebutuhan di posisi penyerang dan sayap,” ujar Erick.

Pemetaan tersebut akan dievaluasi bersama pelatih kepala Timnas Indonesia John Herdman dan Badan Tim Nasional. PSSI juga mempertimbangkan keseimbangan antara pemain yang berkarier di luar negeri dan pemain yang tampil di kompetisi domestik.

Kedalaman skuad menjadi salah satu perhatian dalam menghadapi jadwal pertandingan internasional. Cedera, akumulasi kartu, dan perubahan kebutuhan taktik dapat memengaruhi susunan pemain. Ketersediaan pelapis berkualitas diperlukan agar tim tetap memiliki pilihan ketika pemain utama tidak dapat tampil.

Erick juga membandingkan kedalaman skuad Indonesia dengan Jepang, yang memiliki banyak pemain berkarier di liga-liga Eropa. Perbandingan tersebut disampaikan dalam konteks kebutuhan memperluas pilihan pemain yang mampu bersaing di tingkat internasional.

Meski demikian, pemetaan skuad tidak menjamin kelolosan Timnas Indonesia ke Piala Dunia 2030. Tim nasional tetap harus menjalani persiapan, evaluasi pemain, dan pertandingan kualifikasi sesuai format yang berlaku.

PSSI selanjutnya perlu menerjemahkan pemetaan kebutuhan tersebut menjadi program seleksi dan pembinaan pemain. Regenerasi serta peningkatan kualitas pemain pelapis juga menjadi bagian dari upaya memperkuat skuad Garuda dalam jangka panjang.