HEADLINENEWSPEMERINTAHANPEMKAB SUMENEPREGIONALSUMENEP

OJK Bersama LSAI Terus Tingkatkan Literasi Keuangan Masyarakat Sumenep

281
×

OJK Bersama LSAI Terus Tingkatkan Literasi Keuangan Masyarakat Sumenep

Sebarkan artikel ini
OJK Bersama LSAI Terus Tingkatkan Literasi Keuangan Masyarakat Sumenep
OJK Bersama LSAI Terus Tingkatkan Literasi Keuangan Masyarakat Sumenep

News Satu, Sumenep, Senin 20 Juni 2022- Untuk meningkatkan literasi keuangan masyarakat, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), bersama Lembaga Studi Arus Literasi (LSAI) terus melakukan Sosialisasi literasi dan inklusi keuangan kepada masyarakat.

Hal itu dilakukan dalam rangka mendukung pembangunan ekonomi daerah di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur. Sehingga, masyarakat bisa mengetahui berbagai macam produk keuangan.

“Tujuan kegiatan seperti ini, di antaranya, agar masyarakat menjadi lebih mengetahui berbagai macam produk keuangan. Karena semakin luas pengetahuan finansial masyarakat, maka akan semakin familiar dan mengenal produk keuangan di pasaran,” kata Direktur Eksekutif LSAI, Abrari, Senin (20/6/2022).

Lanjut Abe panggilan akrab dari Abrai, pihaknya berharp masyarakat bisa mengatahui cara memanfaatkan produk keuangan, sehingga lebih berani untuk mencoba menikmati produk keuangan berdasarkan kebutuhannya.

“Semoga dengan sosialisasi ini, masyarakat bisa tahu cara memanfaatkan produk keuangan,” ujar Abe pada saat mengisi kegiatan sosialisasi literasi dan inklusi keuangan di Aula Kantor Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian ini.

Dalam kegiatan yang digelar OJK bersama LSAI mengundangan dua pemateri kompeten, yakni Opon Sopandi yang merupakan Pimpinan Cabang Bank Mandiri Sumenep, dan Rillia Aisyah Haris, salah seorang Dosen Administrasi Publik di Universitas Wiraraja Sumenep.

Dalam pemaparannya Opon Sopandi menyampaikan bahwa, literasi keuangan adalah pengetahuan dan keterampilan masyarakat terkait finansial agar mampu mengelola dan memanfaatkan keuangan secara maksimal.

“Sehingga masyarakat dapat memiliki bekal edukasi yang mumpuni terkait finansial dan dapat bijak dalam megambil sikap terkait dengan keputusan keuangan,” tandasnya.

Sementara inklusi keuangan, menurut Opon adalah ketersediaan akses pada berbagai lembaga, produk dan layanan jasa keuangan sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan masyarakat dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Sementara Rillia Aisyah Haris mengatakan, tujuan dari literasi keuangan ialah untuk meningkatkan literasi seseorang yang sebelumnya ‘less literate’ atau not literate menjadi well literate.

“Kemudian untuk meningkatkan kemampuan masyarakat dalam memilih dan memanfaatkan produk dan layanan jasa keuangan yang sesuai kebutuhan. Yang tak kalah penting agar masyarakat terhindar dari aktivitas investasi pada instrumen keuangan yang tidak jelas,” pungkasnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.