229

Lia Istifhama Ungkap Capaian Khofifah-Emil Di Momentum Hari Jadi Jawa Timur

News Satu
Lia Istifhama Ungkap Capaian Khofifah-Emil Di Momentum Hari Jadi Jawa Timur
Lia Istifhama Ungkap Capaian Khofifah-Emil Di Momentum Hari Jadi Jawa Timur

Surabaya, Minggu, 11 Oktober 2026 | News Satu – Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Lia Istifhama, mengapresiasi kinerja Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan Wakil Gubernur Emil Elestianto Dardak.

Senator Cantik asal Jawa Timur ini menilai kepemimpinan keduanya menunjukkan pendekatan kolaboratif dan inklusif dalam mendorong pembangunan di berbagai sektor. Apresiasi tersebut disampaikan Lia saat menyoroti capaian Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam momentum hari jadi Pemprov Jatim.

“Pembangunan di Jawa Timur tidak hanya berorientasi pada aspek tertentu, tetapi juga menyentuh berbagai elemen masyarakat, mulai dari bidang sosial dan keagamaan hingga sektor pertanian,” katanya Minggu (11/10/2026).

Ning Lia sapaan akrabnya menyatakan, pemerataan pembangunan dan keadilan dalam pelayanan menjadi aspek penting yang perlu terus dijaga. Ia memandang pendekatan yang merangkul beragam kelompok masyarakat sebagai salah satu hal yang menonjol dalam kepemimpinan Khofifah-Emil.

“Berbicara hari jadi Pemprov Jawa Timur, maka kita pun flashback pada capaian kinerja Ibu Gubernur Khofifah dan tentunya Mas Emil Dardak. Pasangan ini benar-benar bekerja secara kolaboratif dan inklusif,” ujar Ning Lia.

Menurut Lia, berbagai persoalan pembangunan perlu ditangani dengan pendekatan yang menyeluruh. Karena itu, perhatian terhadap kelompok keagamaan maupun masyarakat dalam lingkup sosial umum dinilai penting agar pembangunan dapat dirasakan lebih luas.

Selain pemerataan pembangunan, Lia juga menyoroti perhatian Pemprov Jawa Timur terhadap sektor pertanian. Ia menyebut penyaluran alat dan mesin pertanian (alsintan) sebagai salah satu bentuk dukungan yang dinilainya relevan dengan upaya memperkuat ketahanan dan kedaulatan pangan.

“Dukungan terhadap petani menjadi bagian penting dalam mewujudkan agenda besar kedaulatan pangan yang juga menjadi perhatian Presiden Prabowo Subianto,” lanjutnya.

Lia menilai pembangunan pertanian perlu terus diperkuat agar petani memperoleh dukungan yang memadai dalam menjalankan kegiatan produksi. Ketersediaan alsintan menjadi salah satu aspek yang dapat membantu menunjang aktivitas pertanian, meskipun efektivitasnya tetap perlu dilihat dari kebutuhan dan kondisi di lapangan.

“Kalau kita bicara bagaimana Indonesia memiliki mimpi besar dari Bapak Presiden Prabowo Subianto untuk kedaulatan pangan, kita sama-sama menjadi saksi bahwa Ibu Gubernur Khofifah sangat rutin memberikan alsintan untuk pertanian,” tandasnya.

Pernyataan tersebut menempatkan sektor pertanian sebagai salah satu bidang yang mendapat perhatian dalam penilaian Lia terhadap kinerja pemerintah provinsi. Di tengah agenda penguatan ketahanan pangan nasional, dukungan terhadap petani daerah menjadi bagian penting dari pembangunan yang berkelanjutan.

Lia juga menyoroti perkembangan penanganan kemiskinan ekstrem dan pertumbuhan jumlah desa mandiri di Jawa Timur. Ia menyebut tren penurunan kemiskinan ekstrem yang berlangsung secara konsisten serta bertambahnya desa mandiri sebagai indikator kemajuan pembangunan daerah.

Menurutnya, perkembangan tersebut menunjukkan adanya kemajuan dalam sejumlah aspek pembangunan yang perlu terus dipertahankan.

“Kalau bicara kemiskinan ekstrem, itu secara konsisten selalu menurun. Sebaliknya, desa mandiri selalu bertambah. Jadi, semuanya itu progresif,” ucapnya.

Meski demikian, penurunan kemiskinan ekstrem dan bertambahnya desa mandiri tetap perlu diikuti dengan upaya menjaga keberlanjutan hasil pembangunan. Pemerataan kesempatan ekonomi, peningkatan kualitas pelayanan publik, serta penguatan kapasitas desa menjadi sejumlah aspek yang penting untuk diperhatikan.

Capaian pembangunan juga perlu dirasakan secara nyata oleh masyarakat, terutama kelompok rentan dan warga yang masih menghadapi keterbatasan akses terhadap layanan dasar maupun peluang ekonomi.

Lia berharap momentum hari jadi Pemerintah Provinsi Jawa Timur dapat menjadi kesempatan untuk memperkuat komitmen pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Saya juga mendukung visi Jawa Timur sebagai “Gerbang Baru Nusantara”, yang menurutnya membutuhkan kerja bersama antara pemerintah dan masyarakat agar dapat diwujudkan secara berkelanjutan,” tegasnya.

Lia menilai dukungan masyarakat terhadap kepemimpinan daerah menjadi salah satu unsur penting dalam menjaga kesinambungan pembangunan. Namun, dukungan tersebut juga perlu berjalan seiring dengan partisipasi publik dan komitmen untuk memastikan program pemerintah memberikan manfaat yang luas.

“Kita tentunya berharap pada kesempatan hari jadi Pemprov Jawa Timur saat ini, Jawa Timur semakin maju dan semakin hebat. Mimpi besar beliau bahwa Jawa Timur sebagai Gerbang Baru Nusantara itu menjadi kenyataan,” tukasnya.

Anggota DPD RI ini menambahkan, harapan tersebut membutuhkan kepercayaan dan dukungan masyarakat terhadap kepemimpinan Khofifah dan Emil Dardak.

Apresiasi Lia Istifhama terhadap kinerja Pemprov Jawa Timur mencakup sejumlah isu strategis, mulai dari pemerataan pembangunan, dukungan sektor pertanian, penanganan kemiskinan ekstrem, hingga penguatan desa mandiri.

Ke depan, tantangan pembangunan tidak hanya terletak pada mempertahankan tren positif, tetapi juga memastikan manfaatnya dirasakan secara merata oleh masyarakat di berbagai wilayah Jawa Timur. Keberlanjutan program, ketepatan sasaran, dan hasil nyata di lapangan menjadi faktor penting untuk mendukung terwujudnya Jawa Timur yang semakin maju dan berdaya saing.