Sumenep, Rabu 17 Juni 2026 | News Satu- Pemerintah Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, bergerak cepat merespons musibah kebakaran yang menimpa warga Dusun Kalompang, Desa Jate, Kecamatan Giligenting. Bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), pemerintah daerah menyalurkan bantuan senilai Rp30 juta serta paket sembako untuk membantu proses pemulihan korban pascabencana.
Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Wakil Bupati Sumenep, KH Imam Hasyim, kepada korban kebakaran, Abdur Rahman, dalam agenda penyerahan bantuan di Kantor Wakil Bupati Sumenep. Turut mendampingi dalam penyerahan bantuan itu Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Kabupaten Sumenep, R. Abd. Rahman Riadi, serta Ketua Baznas Sumenep, Ahmad Rahman.
Wakil Bupati Sumenep KH Imam Hasyim menegaskan pemerintah daerah tidak akan membiarkan warga menghadapi dampak bencana seorang diri. Menurutnya, kehadiran pemerintah menjadi bagian dari komitmen untuk memastikan masyarakat yang tertimpa musibah mendapatkan perhatian dan bantuan yang dibutuhkan.
“Pemerintah Kabupaten Sumenep berkomitmen hadir di tengah masyarakat yang tertimpa musibah. Bantuan ini merupakan bentuk kepedulian dan tanggung jawab sosial pemerintah kepada warga,” ujar Imam Hasyim, Rabu (17/6/2026).
Wabup Imam Hasyim juga mengapresiasi sinergi berbagai pihak yang bergerak cepat dalam penanganan pascakebakaran sehingga bantuan dapat segera diterima oleh korban.
“Bantuan yang diberikan menjadi langkah awal untuk membantu korban bangkit dan kembali menjalankan aktivitas sehari-hari setelah kehilangan akibat kebakaran,” ucapnya.
Sementara itu, Kepala Dinsos P3A Kabupaten Sumenep, R. Abd. Rahman Riadi, mengatakan penyaluran bantuan dilakukan melalui kolaborasi lintas lembaga agar kebutuhan mendesak warga terdampak dapat segera terpenuhi.
“Kami bergerak cepat bersama Baznas untuk memastikan bantuan dapat segera diterima korban kebakaran di Kecamatan Giligenting,” katanya.
Ia menjelaskan, bantuan yang diberikan bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan darurat, tetapi juga menjadi bagian dari upaya pemulihan awal bagi korban yang terdampak bencana.
Selain bantuan tunai dan sembako, pemerintah daerah juga menyiapkan pendampingan sosial berkelanjutan guna membantu korban memulihkan kondisi sosial maupun ekonomi pascakejadian.
“Kami tidak hanya fokus pada penyaluran bantuan. Pendampingan akan terus dilakukan agar korban dapat bangkit secara bertahap hingga kondisi sosial dan ekonominya kembali stabil,” tegasnya.
Rahman berharap bantuan tersebut dapat meringankan beban korban sekaligus mempercepat proses pemulihan pascakebakaran yang terjadi di wilayah kepulauan tersebut. (Rose)






