Sumenep, Minggu, 11 Oktober 2026 | News Satu – Sebanyak 129 kepala sekolah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sumenep dilantik dan diambil sumpah jabatannya. Wakil Bupati Sumenep, KH. Imam Hasyim, mengingatkan para kepala sekolah agar tidak sekadar menjalankan tugas administratif, tetapi juga mampu meningkatkan kualitas pembelajaran, memperkuat karakter peserta didik, dan membawa sekolah beradaptasi dengan perkembangan teknologi.
Pelantikan yang berlangsung di Pendopo Agung Keraton Sumenep, Minggu (11/10/2026), tersebut mencakup kepala sekolah jenjang taman kanak-kanak (TK), sekolah dasar negeri (SDN), dan sekolah menengah pertama negeri (SMPN).
Dari total 129 orang yang dilantik, sebanyak tiga orang merupakan kepala sekolah TK, 107 orang kepala SDN, dan 19 orang kepala SMPN.
Wakil Bupati Sumenep KH. Imam Hasyim menegaskan, jabatan kepala sekolah merupakan amanah besar karena berkaitan langsung dengan pengelolaan satuan pendidikan, pembinaan guru, serta pengembangan potensi peserta didik.
Menurutnya, kepala sekolah harus mampu menjadi pemimpin yang profesional, inovatif, dan berintegritas. Kepemimpinan tersebut perlu diwujudkan melalui peningkatan mutu pembelajaran, kedisiplinan, serta penciptaan lingkungan sekolah yang aman, berkualitas, dan berkarakter.
“Kami mengharapkan para kepala sekolah bekerja dengan sungguh-sungguh, meningkatkan kualitas pembelajaran, serta memastikan setiap anak mendapatkan pelayanan pendidikan yang baik,” kata Imam Hasyim di sela-sela pelantikan.
Imam Hasyim menilai, perubahan ilmu pengetahuan dan teknologi menuntut sekolah untuk terus berbenah. Kepala sekolah tidak cukup hanya memastikan administrasi berjalan tertib, tetapi juga harus mendorong pembelajaran yang kreatif, efektif, dan sesuai dengan kebutuhan zaman.
Ia menekankan pentingnya peningkatan kompetensi kepala sekolah agar mampu merespons perubahan dalam dunia pendidikan. Penguasaan teknologi dan kemampuan beradaptasi dinilai menjadi bagian penting dari upaya meningkatkan kualitas layanan pendidikan.
“Kepala sekolah memiliki peran strategis dalam mendorong kemajuan satuan pendidikan, tidak hanya melalui pengelolaan administrasi yang baik, tetapi melalui pengembangan metode pembelajaran yang kreatif dan pemanfaatan teknologi secara tepat,” terangnya.
Dorongan tersebut juga menyasar para guru. Kepala sekolah diharapkan dapat menggerakkan tenaga pendidik untuk meningkatkan kemampuan memanfaatkan teknologi digital sebagai sarana pendukung kegiatan belajar mengajar.
Pemanfaatan teknologi secara tepat diharapkan membuat proses pembelajaran lebih menarik dan interaktif, sekaligus membantu meningkatkan motivasi serta prestasi peserta didik.
Namun, penggunaan teknologi perlu ditempatkan sebagai sarana untuk memperkuat proses belajar, bukan sekadar mengikuti tren. Penerapannya harus disesuaikan dengan kebutuhan siswa, kemampuan tenaga pendidik, dan kondisi masing-masing sekolah.
Pelantikan yang dilaksanakan melalui Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep itu melibatkan tiga jenjang pendidikan, dengan jumlah terbesar berasal dari sekolah dasar negeri.
Rinciannya meliputi:
- 3 kepala sekolah TK
- 107 kepala sekolah SDN
- 19 kepala sekolah SMPN
Komposisi tersebut menempatkan jenjang sekolah dasar sebagai kelompok terbesar dalam pelantikan kali ini. Peran kepala sekolah pada jenjang tersebut menjadi penting dalam memperkuat fondasi kemampuan dasar, pembentukan karakter, kedisiplinan, serta kebiasaan belajar anak.
Sementara itu, kepemimpinan di tingkat SMP juga berperan dalam mempersiapkan peserta didik menghadapi tahapan pendidikan berikutnya, termasuk membangun kemampuan berpikir kritis dan memanfaatkan teknologi secara bertanggung jawab.
Imam Hasyim meminta para kepala sekolah membangun komunikasi dan kerja sama yang baik dengan guru, tenaga kependidikan, orang tua, serta masyarakat. Kolaborasi tersebut diperlukan agar penyelenggaraan pendidikan tidak hanya menjadi tanggung jawab sekolah, tetapi mendapat dukungan dari lingkungan yang lebih luas.
Ia juga mengingatkan bahwa kepala sekolah harus menjadi motor penggerak perubahan dan memastikan satuan pendidikan terus berkembang.
“Kepala sekolah harus menjadi motor penggerak perubahan dan mampu membawa sekolah menuju arah yang lebih baik, jangan sampai dunia pendidikan tertinggal dari perkembangan zaman,” pungkasnya.
Pelantikan 129 kepala sekolah tersebut membawa harapan terhadap peningkatan kualitas pendidikan di Kabupaten Sumenep. Namun, tantangan selanjutnya terletak pada bagaimana amanah jabatan itu diterjemahkan menjadi perbaikan nyata di sekolah.
Peningkatan kompetensi guru, kualitas proses belajar mengajar, kedisiplinan, pemanfaatan teknologi, dan pelayanan kepada peserta didik menjadi sejumlah aspek penting yang perlu mendapat perhatian.
Kepala sekolah juga dituntut membangun lingkungan belajar yang mendukung perkembangan akademik maupun karakter siswa. Karena itu, keberhasilan kepemimpinan sekolah tidak semata-mata diukur dari tertibnya administrasi, tetapi juga dari kualitas layanan pendidikan dan kemajuan peserta didik.
Pesan Wakil Bupati Sumenep tersebut menegaskan bahwa kepala sekolah memegang peran strategis dalam menentukan arah perkembangan satuan pendidikan. Dengan kepemimpinan yang profesional, kolaboratif, dan adaptif terhadap teknologi, sekolah diharapkan mampu memberikan layanan pendidikan yang semakin baik bagi masyarakat.







