Sumenep, Minggu 8 Maret 2026 | News Satu- Pemerintah Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, mulai menggenjot strategi besar untuk memperkuat Pendapatan Asli Daerah (PAD) di tengah tekanan kebijakan efisiensi anggaran dan potensi berkurangnya dana transfer dari pemerintah pusat.
Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo menegaskan, kemandirian fiskal kini menjadi kebutuhan mendesak agar roda pembangunan daerah tetap berjalan tanpa bergantung pada sumber pendanaan eksternal. Bupati Fauzi menyebut kondisi fiskal saat ini menuntut pemerintah daerah melakukan terobosan baru dalam mengelola potensi pendapatan daerah. Ia menilai pendekatan lama yang terlalu mengandalkan transfer pusat tidak lagi relevan menghadapi dinamika ekonomi saat ini.
Data pemerintah daerah menunjukkan capaian PAD Kabupaten Sumenep tahun 2025 berhasil melampaui target. Dalam laporan yang disampaikan Wakil Bupati Sumenep Imam Hasyim saat memimpin apel gabungan Aparatur Sipil Negara (ASN) pada 5 Januari 2026, realisasi PAD tercatat mencapai 109,18 persen dari target perubahan APBD sebesar Rp322,86 miliar. Dengan capaian tersebut, pendapatan daerah Sumenep diperkirakan menembus lebih dari Rp352 miliar.
Jika dibandingkan tahun sebelumnya, angka tersebut menunjukkan peningkatan signifikan. Secara year on year, pendapatan daerah naik sekitar 15,9 persen atau bertambah kurang lebih Rp48,4 miliar dibandingkan tahun 2024. Meski demikian, Bupati Fauzi menilai tren positif tersebut belum cukup untuk menghadapi tantangan fiskal ke depan. Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah harus mampu menciptakan lonjakan pendapatan yang lebih besar melalui inovasi dan optimalisasi potensi daerah.
“Situasi saat ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Efisiensi anggaran menjadi tantangan bersama. Karena itu, Sumenep harus mampu berdiri lebih mandiri dan tidak terus bergantung pada dana transfer pusat,” kata Bupati Sumenep Minggu (8/3/2026).
Menurutnya, peningkatan PAD tidak boleh hanya bergerak secara perlahan. Pemerintah daerah harus berani menghadirkan lompatan signifikan dalam pengelolaan pendapatan, baik melalui penguatan sektor ekonomi daerah, optimalisasi pajak dan retribusi, maupun pengembangan potensi lokal.
Untuk itu, BupatiFauzi mengungkapkan pihaknya telah melakukan koordinasi terbatas dengan jajaran pimpinan perangkat daerah guna memetakan sektor-sektor yang masih memiliki ruang peningkatan pendapatan. Secara grafik, capaian PAD memang menunjukkan tren kenaikan setiap tahun. Namun menurutnya, potensi daerah yang belum tergarap masih sangat besar dan perlu dimaksimalkan.
“Target kita bukan sekadar meningkat, tetapi benar-benar melompat,” tegasnya.
Selain mengejar peningkatan angka PAD, Politisi PDI Perjuangan ini menekankan bahwa arah kebijakan fiskal daerah harus berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat. Ia meminta Sekretaris Daerah dan seluruh pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) aktif turun ke lapangan untuk memantau langsung pelaksanaan program pemerintah serta menyerap aspirasi masyarakat.
Menurutnya, pembangunan daerah tidak hanya berfokus pada infrastruktur semata, tetapi juga mencakup sektor kesehatan, peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), serta program strategis lain yang menyentuh kebutuhan warga. Dengan strategi tersebut, Pemerintah Kabupaten Sumenep berharap penguatan PAD tidak hanya menjadi respons terhadap kebijakan efisiensi anggaran nasional, tetapi juga menjadi fondasi jangka panjang bagi kemandirian ekonomi daerah.
“Yang terpenting, visi dan misi pemerintah daerah dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat,” pungkas Fauzi. (Rose)






