Probolinggo, Jumat 17 April 2026| News Satu- Keluhan masyarakat terkait kelangkaan LPG di Kota Probolinggo akhirnya menemukan titik terang. Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perdagangan dan Perindustrian (DKUPP) bersama Polres Probolinggo Kota mengungkap adanya keterlambatan distribusi dari Surabaya yang menyebabkan kekosongan pasokan selama tiga hari.
Pengecekan dilakukan di SPBE PT Bumi Permata Indah yang berlokasi di Jalan Bratasena, Pilang. Dari hasil monitoring, pengiriman LPG yang dijadwalkan tiba pada 10 April 2026 mengalami keterlambatan hingga baru terealisasi pada 13 April 2026.
Kepala DKUPP Kota Probolinggo, Slamet Swantoro, menjelaskan bahwa keterlambatan tersebut berdampak signifikan terhadap distribusi LPG di tingkat agen hingga masyarakat.
“Akibat keterlambatan pasokan, terjadi kekosongan selama tiga hari. Selain itu, distribusi ke agen hanya terpenuhi sekitar 50 persen dari kebutuhan normal,” ujarnya, Jumat (17/4/2026).
Situasi ini membuat stok LPG di sejumlah wilayah menipis dan memicu keresahan warga, terutama pelaku usaha kecil dan rumah tangga yang sangat bergantung pada gas elpiji.
Untuk mengantisipasi dampak lanjutan, DKUPP bersama kepolisian memastikan akan terus melakukan pengawasan distribusi secara intensif agar pasokan kembali stabil dan tidak terjadi kelangkaan berkepanjangan.
“Langkah ini diharapkan mampu menjaga ketersediaan energi bagi masyarakat sekaligus menghindari potensi gejolak di lapangan,” pungkasnya. (Bambang)







