Surabaya, Jumat 17 April 2026| News Satu- Hari Pers Nasional (HPN) 2026 dan peringatan HUT ke-80 Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Timur menjadi momentum penting untuk menegaskan kembali posisi strategis pers di tengah derasnya arus informasi.
Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Lia Istifhama, menilai media memiliki peran krusial dalam menjaga kualitas demokrasi sekaligus melindungi publik dari informasi yang menyesatkan.
Dalam pernyataannya, Lia menegaskan bahwa pers tidak hanya berfungsi menyampaikan berita, tetapi juga menjadi pilar utama dalam memastikan informasi yang beredar tetap akurat, berimbang, dan dapat dipertanggungjawabkan.
“Pers berperan sebagai pilar demokrasi, menjaga integritas informasi, serta menjadi penghubung antara masyarakat dan pemerintah,” ujarnya.
Senator cantik DPD RI ini juga menyoroti tantangan besar yang dihadapi insan pers di era digital, di mana kecepatan informasi sering kali tidak diimbangi dengan akurasi. Kondisi ini dinilai membuka ruang bagi penyebaran hoaks dan disinformasi yang dapat memengaruhi opini publik.
Menurut Lia, keberadaan pers profesional menjadi kunci agar masyarakat tidak terjebak dalam arus informasi yang keliru. Media yang kredibel dinilai mampu menjaga stabilitas informasi sekaligus membangun kepercayaan publik.
“Di tengah derasnya informasi digital, masyarakat membutuhkan media yang bisa dipercaya,” tegasnya.
Selain itu, Lia mendorong insan pers untuk terus menjunjung tinggi nilai profesionalisme, independensi, dan keberpihakan pada kebenaran sebagai fondasi utama dalam menjalankan tugas jurnalistik.
Peringatan HPN 2026 ini sekaligus menjadi refleksi bahwa kekuatan pers tidak hanya terletak pada kecepatan penyampaian informasi, tetapi pada akurasi, integritas, dan tanggung jawab dalam menjaga ruang publik yang sehat. (Kiki)

