Sejauh ini, ada sejumlah video yang tengah beredar dari salah satu Bacaleg yang ‘mencuri start kampanye’ secara terang-terangan.
“Fungsi dewan itu banyak sekali. Di Sumenep itu butuh sosok (atau seorang yang berpengaruh, red),” kata sosok Bacaleg Dapil 8 dalam video tersebut.
“Kita beberapa kali membawa pasien orang sakit ke sana (Sumenep, red). Sampeyan sendiri semua sudah tahu bagaimana Sumenep. Lebih bagus Bali langsung dilayani, tanpa ditanya memakai apa. Tapi kalau Sumenep tidak, malah ditanya kamu memakai apa (BPJS atau umum, red),” cerita sosok Baceleg Dapil 8 ini lebih lanjut.
Ia juga memaparkan sejumlah pelayanan kesehatan di Kabupaten Sumenep soal penggunaan BPJS dari rakyat biasa dengan yang mampu.
“Kalau kalian bilang pakai BPJS, mereka langsung ogah untuk melayani masyarakat pulau. Tapi kalau Bali tidak, langsung dia layani. Ini kalau tidak ada penekanan dari dewan, seperti yang saya sampaikan tadi,” tuturnya.
Di samping itu, menurutnya, hingga saat ini tidak ada peran anggota DPRD Sumenep yang murni dirasakan masyarakat kepulauan khususnya Sapeken.
“Fungsi dewan yang kedua adalah pengawasan, bisa intervensi. Ini kita kosong sudah 3 periode atau 15 tahun,” kata dia.
“Jadi sekali lagi saya mengajak pada bapak-bapak semuanya untuk berfikir dan merenung, apakah kita akan berubah atau kita tetap seperti ini. Hal ini kita kembali kepada kalian semuanya,” sambungnya menimpali.
Bahkan, dalam video lain, nampak terlihat Haitami, Ketua Persatuan Anggota Badan Permusyawaratan Desa Seluruh Indonesia (PABPDSI) Kecamatan Sapeken yang mengajak masyarakat untuk memilih salah satu Bacaleg Dapil 8 tersebut.
Tak hanya Haitami, diduga kuat ada juga keterlibatan sosok guru yang ikut serta melakukan kampanye Bacaleg Dapil 8 tersebut.
“Saya minta tolong dukungannya untuk Bapak Wawang agar ada di dewan kita di Sumenep,” kata Haitami, dalam video yang diduga telah mengkampanyekan Bacaleg dari Dapil 8 tersebut,” ujarnya, dalam video tersebut.
Comment