Sumenep, Jumat 19 Juni 2026 | News Satu- Pemerintah Kabupaten Sumenep mencatat capaian positif dalam upaya menekan angka kemiskinan sepanjang 2025. Berdasarkan data pemerintah daerah, tingkat kemiskinan berhasil turun menjadi 17,02 persen atau berkurang 0,76 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Penurunan tersebut menjadi salah satu indikator utama keberhasilan pembangunan daerah yang dijalankan melalui berbagai program pemberdayaan ekonomi, peningkatan layanan dasar, hingga penguatan kualitas sumber daya manusia.
Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, mengatakan capaian tersebut menunjukkan bahwa berbagai kebijakan pembangunan mulai memberikan dampak terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Angka kemiskinan di Kabupaten Sumenep pada tahun 2025 mencapai 17,02 persen atau turun 0,76 persen dibandingkan tahun 2024. Dalam dua tahun terakhir, angka kemiskinan Kabupaten Sumenep berhasil berada di bawah 20 persen,” ujar Bupati Fauzi, Jumat (19/6/2026).
Keberhasilan menekan angka kemiskinan itu berjalan seiring dengan membaiknya sejumlah indikator pembangunan manusia. Pemerintah daerah mencatat Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Sumenep pada 2025 mencapai 70,54 atau meningkat 0,76 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Peningkatan IPM tersebut mencerminkan perbaikan kualitas hidup masyarakat, terutama pada sektor pendidikan, kesehatan, dan standar hidup layak yang menjadi komponen utama pengukuran pembangunan manusia.
“IPM Kabupaten Sumenep tumbuh secara konsisten dan menunjukkan tren yang semakin baik. Pada tahun 2025 mencapai 70,54 atau meningkat 0,76 persen dibandingkan tahun sebelumnya,” katanya.
Selain itu, sektor kesehatan juga menunjukkan perkembangan positif. Pemerintah Kabupaten Sumenep mencatat realisasi Angka Harapan Hidup mencapai 100,11 persen dari target yang telah ditetapkan.
Capaian tersebut menjadi indikator meningkatnya kualitas layanan kesehatan sekaligus membaiknya kondisi kesehatan masyarakat di berbagai wilayah.
“Meningkatnya derajat kesehatan masyarakat ditunjukkan dengan indikator Angka Harapan Hidup yang terealisasi sebesar 100,11 persen dari target yang ditetapkan pada tahun 2025,” tegasnya.
Tidak hanya kesehatan, sektor pendidikan juga mencatat hasil menggembirakan. Indeks Pendidikan Kabupaten Sumenep terealisasi sebesar 100,51 persen dari target yang telah ditetapkan pemerintah daerah.
Pemerintah menilai capaian tersebut tidak terlepas dari pelaksanaan berbagai program pembangunan yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat dan penguatan layanan publik.
Sepanjang tahun 2025, Pemkab Sumenep menjalankan 242 program, 470 kegiatan, dan 634 subkegiatan yang dilaksanakan oleh 55 Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Ratusan program tersebut difokuskan pada pengentasan kemiskinan, peningkatan kualitas pendidikan, pelayanan kesehatan, penguatan ekonomi masyarakat, serta pembangunan infrastruktur yang mendukung pertumbuhan daerah.
“Meningkatnya kualitas pendidikan masyarakat ditunjukkan dengan indikator Indeks Pendidikan yang terealisasi sebesar 100,51 persen dari target yang ditetapkan pada tahun 2025,” pungkas Bupati Fauzi.
Pemerintah Kabupaten Sumenep berharap tren penurunan kemiskinan dapat terus berlanjut dalam beberapa tahun mendatang seiring meningkatnya kualitas hidup masyarakat dan efektivitas program pembangunan yang dijalankan secara berkelanjutan. (Robet)






