214

TNI AU Kerahkan 15 Personel Padamkan Karhutla Di Banjar, Api Masih Ditangani

News Satu
TNI AU Kerahkan 15 Personel Padamkan Karhutla Di Banjar, Api Masih Ditangani
TNI AU Kerahkan 15 Personel Padamkan Karhutla Di Banjar, Api Masih Ditangani

Jakarta, Rabu, 14 Oktober 2026 | News Satu – TNI Angkatan Udara (TNI AU) mengerahkan 15 personel dari Lanud Sjamsudin Noor untuk membantu memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Jalan Gubernur Syarkawi, tepat di depan RSJ Sambang Lihum, Kecamatan Gambut, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan.

Pengerahan personel dilakukan bersama satuan tugas gabungan untuk menangani kebakaran sekaligus mengantisipasi potensi meluasnya api. Berdasarkan keterangan resmi TNI AU, upaya pemadaman di lokasi tersebut masih berlangsung hingga Rabu (14/10/2026).

Kepala Dinas Penerangan TNI AU (Kadispenau) Marsekal Pertama TNI Feri Yunaldi mengatakan, pengerahan personel diawali dengan apel yang dipimpin Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan Hanif Faisol Nurofiq.

“Usai apel, Satgas Darat Karhutla Lanud Sjamsudin Noor mengerahkan 15 personel ke lokasi karhutla,” ujar Feri dalam keterangan resminya.

Personel TNI AU tidak bekerja sendiri. Penanganan kebakaran dilakukan bersama Satgas Karhutla Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Selatan, Yonif TP 828, serta relawan pemadam kebakaran BPK Provinsi Kalimantan Selatan.

Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari upaya penanganan di lapangan, dengan setiap unsur mendukung operasi pemadaman sesuai tugas masing-masing.

Feri menyampaikan, proses pemadaman berjalan aman dan lancar. Namun, upaya penanganan belum dihentikan karena personel gabungan masih melakukan pemadaman di lokasi kebakaran.

TNI AU juga menegaskan kesiapan untuk membantu pemerintah pusat maupun pemerintah daerah dalam menghadapi karhutla. Dukungan tersebut diarahkan untuk memperkuat koordinasi antarlembaga dan mengurangi risiko meluasnya kebakaran.

“Kita juga akan memperkuat sinergitas untuk mencegah meluasnya kebakaran serta meminimalkan dampak karhutla terhadap lingkungan dan masyarakat,” kata Feri.

Kebakaran hutan dan lahan menjadi persoalan yang membutuhkan respons cepat dan koordinasi di lapangan. Penanganan yang terlambat berpotensi memperbesar area terdampak, sementara kondisi kebakaran dan dampaknya perlu terus dipantau oleh petugas.

Meski demikian, keterangan resmi yang disampaikan belum merinci luas area yang terbakar, penyebab munculnya api, maupun besaran dampak terhadap masyarakat di sekitar lokasi.

Karena itu, perkembangan operasi pemadaman dan informasi lanjutan mengenai kondisi kebakaran masih menjadi hal yang perlu dipantau. TNI AU bersama unsur gabungan melanjutkan penanganan untuk membantu mengendalikan kebakaran di kawasan Kecamatan Gambut, Kabupaten Banjar.