178

AHY Dorong Industrialisasi Nasional Di Tengah Persaingan Ekonomi Dunia

News Satu
AHY Dorong Industrialisasi Nasional Di Tengah Persaingan Ekonomi Dunia
AHY Dorong Industrialisasi Nasional Di Tengah Persaingan Ekonomi Dunia

JAKARTA, Rabu, 14 Oktober 2026 | News Satu – Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengingatkan Indonesia perlu memperkuat daya saing nasional di tengah meningkatnya persaingan ekonomi global.

Hilirisasi, industrialisasi, penguasaan teknologi, dan diversifikasi kemitraan dinilai menjadi kunci untuk memperkuat posisi Indonesia dalam persaingan antarnegara.

AHY menilai persaingan kekuatan besar dunia kini semakin bergeser dari ranah geopolitik menuju konfrontasi geoekonomi. Dalam situasi tersebut, tarif perdagangan, sanksi ekonomi, pembatasan teknologi, dan penguasaan rantai pasok semakin digunakan sebagai instrumen untuk memperkuat pengaruh negara.

“Indonesia harus mampu mengubah tekanan global menjadi peluang strategis. Kita perlu memperkuat hilirisasi, industrialisasi, penguasaan teknologi dan diversifikasi kemitraan agar memiliki daya saing dan posisi tawar yang semakin kuat,” ujar AHY dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (14/10/2026).

AHY merujuk Global Risks Report 2026 yang diterbitkan World Economic Forum (WEF) untuk menggambarkan besarnya ancaman konfrontasi geoekonomi terhadap stabilitas global.

Menurut data yang dikutip AHY, konfrontasi geoekonomi menempati posisi teratas risiko global jangka pendek. Sebanyak 18 persen responden menempatkannya sebagai risiko utama, disusul konflik bersenjata antarnegara sebesar 14 persen.

Persaingan antara Amerika Serikat dan Tiongkok turut menjadi salah satu faktor yang mendorong ketidakpastian ekonomi dan politik internasional.

“Kita sedang menyaksikan perubahan mendasar. Perdagangan, teknologi, energi dan rantai pasok tidak lagi semata-mata menjadi instrumen ekonomi, tetapi juga alat tekanan dan perebutan pengaruh geopolitik,” katanya.

Kondisi tersebut berpotensi memengaruhi stabilitas perdagangan internasional, arus investasi, serta pertumbuhan ekonomi. Namun, perubahan konfigurasi rantai pasok global juga membuka peluang bagi Indonesia untuk menarik investasi dan memperkuat perannya dalam industri internasional.

AHY menegaskan Indonesia perlu meningkatkan nilai tambah sumber daya alam agar tidak hanya bergantung pada ekspor bahan mentah atau menjadi pasar bagi produk negara lain.

Menurut dia, penguatan industri dalam negeri harus diarahkan pada pembentukan pusat produksi dan inovasi yang mampu menghasilkan produk bernilai tambah lebih tinggi.

“Tantangannya adalah memastikan Indonesia tidak hanya menjadi pemasok bahan mentah atau pasar konsumsi, tetapi berkembang menjadi pusat produksi dan inovasi bernilai tambah,” ujarnya.

Untuk mencapai tujuan tersebut, pemerintah perlu memperkuat kesiapan domestik melalui pembangunan infrastruktur, peningkatan efisiensi logistik, penguatan ketahanan energi, serta pengembangan sumber daya manusia (SDM).

Faktor-faktor tersebut dinilai penting untuk meningkatkan produktivitas industri, memperkuat daya tarik investasi, dan menjaga ketahanan ekonomi nasional ketika terjadi perubahan kebijakan perdagangan global.

Selain memperkuat kapasitas industri, AHY mengajak Asosiasi Ilmu Hubungan Internasional Indonesia (AIHII) menghasilkan kajian geoekonomi yang dapat membantu pemerintah mengidentifikasi risiko dan peluang strategis.

Kajian tersebut diharapkan menjadi salah satu bahan pertimbangan dalam mengantisipasi perubahan ekonomi global, sekaligus memetakan peluang investasi dan kerja sama internasional yang menguntungkan Indonesia.

AHY menekankan bahwa kekayaan sumber daya alam tidak dengan sendirinya menjamin daya saing suatu negara. Pengelolaan yang produktif, penguasaan teknologi, dan kemampuan menciptakan nilai tambah menjadi faktor penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

“Daya saing bangsa tidak cukup ditentukan oleh kekayaan sumber daya alam. Kita harus mampu mengubah sumber daya tersebut menjadi produktivitas, inovasi, lapangan kerja berkualitas dan kesejahteraan rakyat,” pungkasnya.