216

Lia Istifhama Soroti Potensi Batik Madura, Musik Tong-Tong, Dan Wisata Sumenep

News Satu
Lia Istifhama Soroti Potensi Batik Madura, Musik Tong-Tong, Dan Wisata Sumenep
Lia Istifhama Soroti Potensi Batik Madura, Musik Tong-Tong, Dan Wisata Sumenep

SUMENEP, Rabu, 28 Oktober 2026 | News Satu – Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Lia Istifhama, mendorong media lokal mengambil peran lebih besar dalam mempromosikan produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), budaya, serta potensi wisata daerah. Pesan tersebut disampaikan saat menghadiri Media Expo 2026 di Kabupaten Sumenep, Madura, Selasa (27/10/2026).

Menurut Lia, media tidak cukup hanya berfungsi sebagai penyampai informasi. Media juga dapat menjadi penghubung antara pelaku usaha, komunitas kreatif, dan pasar yang lebih luas melalui pemberitaan serta promosi potensi lokal.

“Media Expo 2026 menjadi momentum kolaborasi untuk mempertemukan insan pers, pelaku usaha, komunitas kreatif, dan masyarakat dalam mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif daerah,” ujar Lia, yang akrab disapa Ning Lia.

Media Expo 2026 merupakan kolaborasi tiga media lokal, yakni KlikTimes.id, LensaMadura.com, dan NusaInsider.com. Kegiatan ini digelar untuk memeriahkan Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur dan Hari Jadi ke-757 Kabupaten Sumenep.

Mengusung tema “Bersama Media Membangun Ekonomi Kreatif Jawa Timur dan Sumenep Menuju Gerbang Baru Nusantara”, acara tersebut menjadi ruang pertemuan insan pers, pelaku UMKM, komunitas kreatif, dan masyarakat untuk memperkenalkan potensi daerah.

Lia menilai Sumenep memiliki beragam kekayaan budaya dan kreativitas yang berpotensi dikembangkan menjadi kekuatan ekonomi. Potensi itu mencakup batik Madura, seni tradisional, musik tong-tong, kuliner khas, hingga destinasi wisata.

Namun, menurut dia, kekayaan tersebut membutuhkan promosi yang konsisten, inovasi, dan kolaborasi agar dapat dikenal di luar pasar lokal. Perkembangan teknologi informasi juga membuka kesempatan bagi pelaku UMKM untuk memperluas jangkauan promosi produknya.

“Kolaborasi ini menunjukkan bahwa media tidak hanya berfungsi sebagai penyampai informasi, tetapi juga dapat menjadi ruang bertemunya gagasan, kreativitas, dan peluang ekonomi bagi masyarakat,” kata Lia, alumnus Universitas Airlangga.

Ia menambahkan, pengembangan ekonomi daerah tidak dapat hanya bergantung pada pemerintah. Keterlibatan dunia usaha, insan pers, komunitas kreatif, dan masyarakat diperlukan untuk membangun ekosistem ekonomi yang produktif dan berkelanjutan.

“Media Expo 2026 tidak sekadar menjadi kegiatan untuk memeriahkan peringatan hari jadi daerah, tetapi juga diharapkan mampu menjadi ruang promosi, pemberdayaan, dan penguatan kolaborasi lintas sektor,” tegasnya.

Lia mengapresiasi kolaborasi tiga media lokal tersebut dan berharap kerja sama yang terbangun tidak berhenti setelah kegiatan berakhir. Menurut dia, kesinambungan kolaborasi menjadi penting agar promosi potensi daerah dapat memberikan manfaat bagi pelaku usaha dan masyarakat.

Ia juga berharap semakin banyak produk UMKM dan karya kreatif masyarakat Madura dikenal lebih luas, sehingga peluang pemasaran dan pengembangan ekonomi daerah semakin terbuka.

Melalui Media Expo 2026, Lia mendorong media lokal memperkuat kontribusinya dalam mengangkat potensi Sumenep sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi kreatif di Jawa Timur.

Writer: KikiEditor: News Satu