221

Tantangan Melestarikan Karapan Sapi Madura Di Era Digital

News Satu
Tantangan Melestarikan Karapan Sapi Madura Di Era Digital
Tantangan Melestarikan Karapan Sapi Madura Di Era Digital

Pamekasan, Jumat 16 Oktober 2026 | News Satu – Bupati Pamekasan Kholilurrahman menegaskan pentingnya menjaga dan mengembangkan tradisi karapan sapi Madura agar tetap lestari di tengah perubahan zaman. Menurutnya, pelestarian budaya perlu diiringi pengenalan nilai-nilai tradisi kepada generasi muda.

Kholilurrahman menilai derasnya arus informasi dan budaya asing melalui teknologi serta media sosial menjadi tantangan bagi keberlangsungan tradisi lokal. Tanpa upaya pelestarian dan pengenalan yang berkelanjutan, generasi mendatang berisiko hanya mengenal karapan sapi sebagai bagian dari sejarah masa lalu.

“Oleh karena itu, karapan sapi harus dirawat dan dikembangkan sesuai kebutuhan zaman,” katanya, Jumat (16/10/2026).

Ia menekankan, karapan sapi tidak semestinya dipandang sebatas perlombaan untuk mengejar kemenangan. Tradisi khas Madura tersebut juga mengandung nilai sejarah, keterampilan, gotong royong, sportivitas, serta memiliki keterkaitan dengan perekonomian masyarakat.

“Tidak boleh memandang karapan sapi hanya dari sisi lomba dan kemenangan belaka. Tetapi di dalamnya ada tradisi, sejarah, keterampilan, gotong royong, sportivitas, dan ekonomi masyarakat,” ujarnya.

Mantan anggota DPR RI itu juga menilai karapan sapi menyimpan pelajaran tentang proses meraih prestasi. Menurutnya, keberhasilan tidak datang secara instan, melainkan membutuhkan ketekunan, disiplin, kerja keras, keberanian, dan kemauan untuk terus memperbaiki diri.

Karena itu, pengenalan karapan sapi kepada generasi muda dinilai penting agar tradisi tersebut tidak hanya bertahan sebagai pertunjukan budaya, tetapi juga tetap dipahami nilai dan maknanya oleh masyarakat.

Pelestarian karapan sapi menjadi bagian dari upaya menjaga identitas budaya Madura di tengah perubahan sosial. Tantangannya bukan hanya mempertahankan tradisi, melainkan memastikan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya tetap dikenal dan diwariskan kepada generasi berikutnya.