Sumenep, Mminggu 11 Januari 2026 | News Satu- Rumah Sakit Umum Daerah dr. H. Moh. Anwar (RSUDMA) Sumenep, Jawa Timur, terus memperkuat posisinya sebagai rumah sakit rujukan utama di wilayah timur Pulau Madura melalui inovasi layanan medis dan transformasi digital secara berkelanjutan.
Di bawah kepemimpinan Direktur RSUDMA, dr. Erliyati, rumah sakit milik Pemerintah Kabupaten Sumenep tersebut mencatat lompatan signifikan dalam peningkatan kualitas pelayanan kesehatan yang berbasis teknologi dan kebutuhan pasien.
Salah satu inovasi yang menjadi sorotan adalah penerapan tindakan Radio Frequency Ablation (RFA) untuk penanganan tumor tiroid jinak. Metode ini memungkinkan tindakan medis tanpa pembedahan besar, hanya menggunakan jarum khusus dengan tingkat risiko minimal.
Dengan teknologi tersebut, proses perawatan menjadi lebih singkat dan efisien. Pasien tidak memerlukan rawat inap dan dapat kembali ke rumah pada hari yang sama setelah tindakan dilakukan.
Penerapan RFA ini menjadikan RSUDMA Sumenep sebagai rumah sakit pertama di Madura yang mengadopsi teknologi medis modern tersebut, sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap layanan kesehatan mutakhir tanpa harus dirujuk ke luar daerah.
Selain pengembangan layanan medis, RSUDMA juga melakukan digitalisasi sistem pelayanan secara menyeluruh. Rumah sakit telah menerapkan antrean elektronik, pendaftaran poliklinik secara daring, hingga sistem pembayaran non-tunai melalui virtual account.
“Digitalisasi kami dorong untuk mempercepat alur layanan, meminimalkan antrean, serta meningkatkan kenyamanan pasien sejak proses pendaftaran hingga pelayanan medis,” ujar dr. Erliyati, Minggu (11/1/2026).
Dari sisi layanan spesialistik, RSUDMA menambah sejumlah layanan baru, antara lain Poli Nyeri, layanan kemoterapi, serta patologi anatomi. Kehadiran Gedung Poli Terpadu dengan fasilitas modern dan ruang tunggu representatif semakin menunjang kenyamanan pasien.
Tak hanya berfokus pada layanan kuratif, RSUDMA juga melengkapi fasilitas penunjang seperti CT Scan tambahan, layanan MRI, serta menghadirkan program sosial “La Sehat” yang membantu kebutuhan transportasi pasien pasca perawatan.
Menurut dr. Erliyati, seluruh pembaruan tersebut merupakan bagian dari strategi jangka panjang rumah sakit dalam menjawab tantangan layanan kesehatan yang semakin kompleks.
“Seluruh inovasi ini mempertegas peran RSUD dr. H. Moh. Anwar sebagai rumah sakit rujukan utama di wilayah timur Madura,” pungkasnya. (Robet)






