Sosialisasi 4 Pilar MPR, Lia Istifhama Soroti Kunci Persatuan Di Tingkat RT

Surabaya, Selasa 17 Maret 2026 | News Satu- Anggota DPD RI Lia Istifhama menegaskan pentingnya peran ketua RT dan RW sebagai garda terdepan menjaga nilai kebangsaan dalam kegiatan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI yang digelar di Aula Pondok Al Maskuriyah, Wonocolo, Surabaya.

Di hadapan para peserta dari wilayah Jemur Wonosari, Lia yang akrab disapa Ning Lia menekankan bahwa Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika tidak boleh berhenti pada tataran teori, tetapi harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Empat pilar ini harus hidup di tengah masyarakat. RT dan RW punya peran strategis menjaga kerukunan, persatuan, dan semangat gotong royong,” tegasnya, Selasa (17/3/2026).

Menurutnya, posisi RT dan RW sangat vital dalam menjaga stabilitas sosial di tingkat akar rumput. Mereka tidak hanya berfungsi sebagai pengelola administrasi lingkungan, tetapi juga menjadi penggerak harmoni dan pemersatu warga.

Dalam konteks dinamika sosial yang semakin kompleks, Lia menilai penguatan nilai kebangsaan di tingkat lokal menjadi langkah penting untuk mencegah konflik sosial dan menjaga keutuhan bangsa.

Dalam kesempatan tersebut, Lia juga membagikan perjalanan hidupnya hingga berhasil meraih dukungan hampir 3 juta suara pada Pemilu DPD RI dari Jawa Timur. Lia mengungkapkan, perjalanan tersebut tidak lepas dari berbagai tantangan, termasuk kondisi ekonomi yang sempat berada di titik terendah.

“Saya pernah berada di kondisi sangat terbatas. Tapi dengan niat baik dan keyakinan, selalu ada jalan,” tandasnya.

Ning Lia menegaskan bahwa kepercayaan jutaan masyarakat merupakan amanah besar yang harus dijaga melalui kerja nyata dan komitmen melayani publik. Aktivis Perempuan NU ini juga mengajak masyarakat untuk tidak takut bermimpi dan terus berkontribusi bagi lingkungan sekitar.

“Kalau niatnya untuk kebaikan dan kemaslahatan, pasti ada jalan. Jangan ragu untuk berbuat lebih bagi masyarakat,” tukasnya.

Sementara itu, tokoh masyarakat setempat KH Sumarhan mengingatkan pentingnya keseimbangan antara hubungan sosial dan spiritual dalam meraih kesuksesan.

“Hubungan dengan sesama dan dengan Allah harus seimbang agar tujuan menyejahterakan umat bisa tercapai,” puungkasnya.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat pemahaman masyarakat terhadap nilai kebangsaan sekaligus memperkokoh peran tokoh lokal dalam menjaga persatuan di tengah keberagaman. (Kiki)