SKK Migas-KEI Salurkan Beasiswa Pelita Untuk 22 Mahasiswa Kepulauan Sapeken Dan Raas

Sumenep, Selasa 2 Juni 2026 | News Satu- Upaya memperkuat kualitas sumber daya manusia (SDM) di wilayah kepulauan terus dilakukan. Kali ini, sebanyak 22 mahasiswa asal Kepulauan Sapeken dan Raas, Kabupaten Sumenep, menerima Beasiswa Pelita dari SKK Migas bersama Kangean Energy Indonesia (KEI) sebagai bentuk investasi pendidikan bagi generasi muda di daerah terluar.

Program beasiswa tersebut diserahkan di Kantor Pusat Informasi Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) dan menjadi bagian dari komitmen industri hulu migas dalam mendukung pembangunan masyarakat melalui sektor pendidikan. Tidak sekadar bantuan biaya kuliah, Beasiswa Pelita dirancang untuk memperluas akses pendidikan tinggi, menekan angka putus kuliah, sekaligus mencetak generasi muda kepulauan yang mampu bersaing dan berkontribusi terhadap pembangunan daerahnya.

Kepala Perwakilan SKK Migas Jabanusa, Anggono Mahendrawan, menegaskan bahwa pendidikan merupakan fondasi utama dalam membangun masa depan wilayah kepulauan.

“Melalui Beasiswa Pelita, kami ingin memastikan putra-putri terbaik dari Sapeken dan Raas memperoleh kesempatan yang sama untuk mengenyam pendidikan tinggi dan kelak menjadi generasi unggul yang kembali membangun daerah asalnya,” ujar Anggono, Selasa (2/6/2026).

Program ini disambut antusias para penerima. Salah satunya Nurul Mutmainnah, mahasiswa Universitas Wiraraja asal Pulau Tanjung, Kecamatan Sapeken. Menurutnya, bantuan tersebut menjadi harapan besar bagi dirinya dan keluarga untuk menyelesaikan pendidikan di tengah berbagai keterbatasan yang dihadapi mahasiswa kepulauan.

“Beasiswa ini sangat membantu saya melanjutkan kuliah. Saya ingin menyelesaikan studi dengan baik dan nantinya bisa kembali mengabdi untuk masyarakat di pulau asal saya,” katanya.

Hal serupa disampaikan Saiful Bahri, mahasiswa asal Pulau Raas. Ia menilai program tersebut menjadi bukti nyata kepedulian SKK Migas dan KEI terhadap mahasiswa di wilayah kepulauan.

“Selain membantu biaya pendidikan, beasiswa ini juga menjadi motivasi bagi kami untuk lebih semangat belajar dan meringankan beban orang tua,” ungkapnya.

Saiful berharap program tersebut dapat terus berlanjut hingga para penerima menyelesaikan pendidikan dan menjangkau lebih banyak mahasiswa kepulauan pada tahun-tahun berikutnya.

Sementara itu, Manager Public and Government Affairs (PGA) Kangean Energy Indonesia, Kampoi Naibaho, menjelaskan bahwa pendidikan merupakan instrumen penting dalam mendorong kemandirian masyarakat. Karena itu, pihaknya secara konsisten menghadirkan program beasiswa bagi mahasiswa di wilayah operasional perusahaan, khususnya Kecamatan Sapeken dan Raas.

Menurut Naibaho, Beasiswa Pelita juga lahir dari aspirasi masyarakat dan tokoh pendidikan yang menginginkan peningkatan kualitas SDM melalui akses pendidikan tinggi yang lebih luas.

“Harapan kami, para penerima beasiswa tidak hanya menyelesaikan pendidikan dengan baik, tetapi juga mampu menjadi agen perubahan yang menghadirkan inovasi untuk pengembangan potensi daerah kepulauan,” ujarnya.

KEI, lanjut Naibaho, juga membuka ruang kolaborasi dengan mahasiswa penerima beasiswa yang memiliki gagasan inovatif dalam mendukung pembangunan dan pengembangan potensi lokal di Sapeken maupun Raas.

Apresiasi terhadap program tersebut datang dari Pemerintah Kabupaten Sumenep. Kepala Dinas Pendidikan Sumenep, Moh Iksan, menilai Beasiswa Pelita merupakan langkah strategis dalam meningkatkan kualitas SDM masyarakat kepulauan.

Ia menyebut hubungan harmonis antara KEI dan masyarakat selama ini telah memberikan banyak manfaat, termasuk dalam pengembangan kompetensi tenaga pendidik di wilayah kepulauan.

“Kami mengapresiasi program ini karena memberikan dampak positif bagi dunia pendidikan. Semoga jumlah penerima beasiswa terus bertambah sehingga kualitas SDM antara wilayah daratan dan kepulauan semakin berimbang,” kata Iksan.

Ke depan, SKK Migas dan Kangean Energy Indonesia menargetkan perluasan jangkauan Beasiswa Pelita agar semakin banyak mahasiswa dari Sapeken dan Raas yang dapat mengakses pendidikan tinggi.

Melalui program ini, diharapkan lahir generasi muda kepulauan yang tidak hanya berhasil meraih pendidikan tinggi, tetapi juga mampu menjadi motor penggerak pembangunan dan kemajuan daerah di masa depan. (Robet/*)