Pamekasan, Senin 25 Mei 2026 | News Satu- Puncak peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) Provinsi Jawa Timur 2026 di Kabupaten Pamekasan berlangsung spektakuler. Sebanyak 24.114 pelajar dari tingkat TK hingga SMA sukses memecahkan Rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) melalui kegiatan Senam Anak Indonesia Hebat Massal di Stadion Gelora Madura Ratu Pamelingan (SGMRP), Pamekasan.
Capaian tersebut mendapat apresiasi langsung dari Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti. Ia menilai keberhasilan memecahkan rekor MURI menjadi bukti nyata komitmen Pemerintah Kabupaten Pamekasan dalam membangun pendidikan berkualitas dan berdaya saing.
“Selamat kepada Bapak Bupati Pamekasan atas penghargaan Rekor MURI ini. Jumlah pesertanya juga sangat luar biasa, mencapai 24.114 siswa,” ujar Abdul Mu’ti saat menghadiri puncak Hardiknas Jawa Timur 2026.
Menurutnya, keberhasilan tersebut bukan sekadar seremoni, melainkan simbol kuat kebangkitan pendidikan daerah. Ia berharap capaian itu mampu memperkuat komitmen pemerintah daerah dalam menghadirkan pendidikan bermutu bagi seluruh masyarakat.
Abdul Mu’ti menegaskan, tema Hardiknas 2026 yakni “Menguatkan Partisipasi Semesta untuk Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua” sejalan dengan visi pembangunan nasional dan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam mencetak generasi unggul melalui sektor pendidikan, kesehatan, dan teknologi.
“Asta Cita poin keempat menekankan pentingnya membangun generasi unggul melalui pendidikan, kesehatan, dan penguasaan teknologi,” tegasnya.
Ia juga mengapresiasi sinergi pemerintah daerah di seluruh Indonesia, termasuk Jawa Timur dan Pamekasan, yang dinilai terus bergerak memperkuat kualitas pendidikan nasional.
Sementara itu, Bupati Pamekasan, Kholilurrahman, menyebut momentum Hardiknas 2026 menjadi titik penting untuk mengembalikan identitas Pamekasan sebagai kabupaten pendidikan di Madura.
Menurutnya, predikat tersebut sempat meredup dalam beberapa tahun terakhir. Namun melalui peringatan Hardiknas dan capaian Rekor MURI ini, pemerintah daerah ingin membangkitkan kembali semangat peningkatan mutu pendidikan.
“Momentum Hardiknas ini menjadi pemecut dan penyemangat bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan di Pamekasan,” kata Kholilurrahman.
Kegiatan Hardiknas Jawa Timur 2026 di Pamekasan tidak hanya menjadi ajang pemecahan rekor nasional, tetapi juga menunjukkan kolaborasi besar antara pemerintah daerah, tenaga pendidik, pelajar, dan masyarakat dalam mendukung pendidikan yang lebih maju dan kompetitif. (Yudi)






